klik untuk melihat video



putar video Kisah Nabi Sulaiman


Senin, 06 Juni 2016

Pengertian Hadist Qudsi


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...


Pengertian Hadist Qudsi dan Perbedaannya

Secara bahasa qudsi berasal dari kata qudus yang artinya suci . Yakni,sebuah penyandaran yang bertujuan untuk mengagungkan dan memuliakan Allah yang Maha Suci.Adapun yang dimaksud Hadis Qudsi adalah :

Sesuatu yang dikabarkan oleh Allah swt kepada Nabi-Nya dengan melalui ilham atau mimpi, yang kemudian Nabi menyampaikan makna dari  ilham atau mimpi tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri .


Dari pengertian di atas bisa disederhanakan yang dimaksud  hadist qudsi adalah sabda Nabi Muhammad saw . yang disandarkan kepada Allah swt. Sebelum beliau menyampaikan perkataannya .
Kalimat yang paling sering digunakan dalampenyampaian hadist qudsi adalah :

“Nabi saw bersabda,Allah swt berfirman” atau dengan menggunakan ungkapan “Rasulullah saw bersabda sebagaimana ia menerima dari Allah swt.”Selain itu dalam hadist qudsi juga sering digunakan perkataan – perkataan seperti : qalallahu , yaqulullahu , fima yarwi anilahi .

Contoh hadist qudsi :
Dari Abu Dzar Jundab bin Janadah r.a dari Nabi saw berdasarkan berita yang disampaikan Allah Tabaraka wa Taa;a , bahwa Allah telah berfirman , “Wahai hamba-Ku! Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri kamu dan atas hamba – hamba-Ku. Janganlah kalian saling menzalimi…” (H.R.Muslim)

Perbadaan Hadist Qudsi dan Al-Qur’an
Walaupun termasuk firman Allah swt , tetapi hadis qudsi bukan merupakan bagian dari ayat ayat Al-Qur’an . Perbedaannya terletak pada redaksi / susunan kalimatnya.Redaksi Al-Qur’an langsung dari Allah swt , sedangkan hadist qudsi maknanya dari Allah dan Redaksinya dari Nabi Muhammad saw .Selain itu Ketika menyampaikan ayat  - ayat Al-Qur’an , kata katanya tidak boleh diganti dengan sinonimnya , sedangkan dalam menyampaikan hadist qudsi boleh digunakan kata kata lain yang semakna .

Perbedaan Hadist Qudsi dan Hadist Nabi
Antara hadist qudsi dan hadist nabi keduanya berbeda . Hadist Nabi adalah hadist yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw baik makna maupun redaksinya . sedangkan hadist qudsi maknanya dari Allah swt dan redaksinya dari Muhammad saw.

Jumlah hadist qudsi
Para ulama memperkirakan jumlah hadist qudsi hanya sekitar 100 hadist.Karena sedikitnya jumlah hadist qudsi maka ada beberapa ulama yang mengumpulkannya dalam sebuah kitab . Antara lain :

Kitab berjudul “al-Kalimah  at-Tayyibah ” oleh Ibnu Taimiyah
Kitab Berjudul “Adab al-Hadist al-Qudsi” oleh Ahmad Syarbashi
Kitab Berjudul “al-Ittihafat as-Sunniyyah bi al-Hadis al-Qudsiyyah” oleh Abdur Ra’uf al-Munawi

Semoga sedikit pengetahuan mengenai hadist qudsi , dan perbedannya dengan Al-Qur’an dan Hadist nabi dapat menambah dan memperkuat iman kita kepada Allah swt .


wallahu alam bish sawab

wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Sabtu, 21 Mei 2016

Istilah Nama, Ikhwan, Akhwat, ukhti, Akhi dan Ana dan lain lain.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.
 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

 Istilah Nama, Ikhwan, Akhwat, ukhti, Akhi dan Ana dan lain lain


 .
 .
 .
 .
 .

 Ikhwan: Saudara laki: laki (jamak)

 Akhwat: Saudara perempuan (jamak)

 Ukhti : panggilan untuk saudari perempuan

 Akhi: panggilan untuk saudara laki:


 Atau istilah lain akhi dan ukhti adalah orang yang kita hargai baik perempuan dan laki2


 Antum : kamu (jamak)

 Ikhwah fillah: saudara sekalian

 Afwan: maaf

 Tafaddhol: silahkan

 Jazakumullahu khair: terimakasih banyak

 anta : kamu, [lelaki]

 antuma: kamu,dua orang [lelaki]

 antum: kamu,ramai: ramai, [lelaki]

 anti: kamu, [perempuan]

 antuma: kamu,dua orang, [perempuan]

 antukanna: kamu, ramai: ramai, [perempuan]

 ana: saya

 nahnu: kami

 Keif Halaq: how are you

 Zein: I’m fine

 Ismi: My name is

 Shukran: Thank you

 Afwan: You’re welcome

 Asf: maaf

 Ahlan wa sahlan: selamat datang

 Sabah al kheir: Selamat pagi

 Nih aslinya adalah: Kaifa haluka (maskulin : tunggal)

 Kaifa haluki(feminin : tunggal)

 Kaifa halukuma(maskulin/feminin : dual)

 Kaifa halukum(maskulin : plural)

 Kaifa halukunna(feminin : plural)

 Apa khabar anda hari ini : kaifa haluka ( ki kalau perempuan) al : yaum?

 How is your pain? : kaifa bi maradhika

 do u need any assistance : hal turid ayyu musa’adah minni?


 Cuma dalam percakapan sehari2 demi kepraktisan biasanya digunakan sapaan seperti yg disebutkan Malef.


 Zein : I’m fine

 Ismi : My name is …

 Shukran : Thank you

 Afwan : You’re welcome

 Afwan/al afuw secara harfiah dipakai untuk kata ‘maaf’, tapi juga dipakai untuk ‘you’re welcome’.


 Asf : maaf

 Ahlan wa sahlan : Selamat datang

 Sabah al Kheir : Selamat pagi

 Hada : ini (Masc/laki )

 Hadihi : itu ( Fem/perempuan )


 Haadza : Ini (m)

 Haadzihi : Ini (f)

 Dzalika : Itu (m)

 Tilka : Itu (f)


 na`am : iya , oke ( klo Ammiyah Mesir : Aiwa )


 Beit -> rumah

 Matar -> airport

 Madrasah -> sekolah

 Laa atakalam arabiya -> I dont speak Arabic

 kal Englisi? – > (lupa2 inget ini.. klo gak salah sih bener) Do you speak English?

 chab -> shut up

 mafi mushkila -> no problem

 shway shway -> pelan2

 taal -> come here


 kullu : tiap2/setiap

 nadsin : diri

 daikotul : menjumpai

 maut : kematian

 Shukran katsiiran (terimakasih banyak)

 na`am ana thalib fi gam`atil azhar … ( iyah aku mahasiswa di Al Azhar )



 Mengenai kata maaf dalam bahasa Arab, memang sering kita mendengar kata ” Afwan”. Ini sudah benar, tetapi yang lebih tepat mungkin sebagaimana yang sering

 saya dengar, dan sering dipakai dinegeri Arab ini adalah kata : ”

 Mutaassif/mutaassifah “. (maafkan saya). atau istilah afwan bisa juga Asta’fika


 Biasanya kata ” Afwan ” ini sering dipakai, kalau kita mau melewati seseorang,

 seperti kata ” permisi ” (mau numpang ).


 Kita akan mengatakan : ” afwan, lau samahta,”(maaf kalau anda bolehkan, saya

 numpang lewat), atau ” ba’da idznika/ki/kum “( sesudah keizinan dari kamu, maaf

 saya mau numpang mendahului/lewat dsbgnya), itu makna dari kata : “Afwan, lau

 samahta, atau afwan ba’da idznika”.


 Sementara kalau kita salah pada seseorang biasanya dengan mengatakan :

 “Mutaassif/ah ” ana ghalthaana/ah”.(maafkan saya saya telah berbuat salah pada

 kamu).



 Ahamdulillah <puji Tuhan> ada juga yang memulai thread bahasa Arab. Di sini banyak yang fasih berbahasa Arab seperti Indoparis (Mesir) dan Maleficus dikit2 (Qatar).


 Bahasa Arab adalah termasuk rumpun bahasa Semitic (dibagi manjadi Hebrew dan Arab), merupakan bahasa paling well : developed di dunia. Karena tidak saja membedakan masculin dan feminin untuk kata benda (seperti bhs Prancis), tapi juga menggolongkan secara jumlah (tunggal, dual, dan plural) sementara bahasa Inggris dan Prancis hanya punya tunggal dan plural.


 Kata ganti orang pertama maskulin/feminin (sama)

 1. Anaa : saya

 2. Nahnu : kami


 Kata ganti orang kedua dan ketiga maskulin (muzakkar)

 1. Huwa : dia (tunggal)

 2. Huma : dia (dual)

 3. Hum : dia (plural)

 4. Anta : anda (tunggal)

 5. Antuma : anda (dual)

 6. Antum : anda (plural)


 Kata ganti orang kedua dan ketiga feminin (mu’annas)

 1. Hiya : dia (tunggal)

 2. Huma : dia (dual)

 3. Hunna : dia (plural)

 4. Anti : anda (tunggal)

 5. Antuma : anda (dual)

 6. Antunna : anda (plural)



 Kata : kata bahasa Indonesia dari bahasa Arab:


 1. Kursi <kursiyyu>

 2. Kitab <kitabu>

 3. Waktu <waqt>

 4. Saat <sa’at>

 5. Kuliah <kuliyyah>

 6. Kalimat <kalimah>

 7. Musyawarah <musyawarah>


 Nama hari

 : Minggu <Ahad>

 : Senin <Itsnayn>

 : Selasa <Tsalasa>

 : Rabu <Arba’a>

 : Kamis <Khamis>

 : Jumat <Jumu’at>

 : Sabtu <Sabtu>


 hari : (youm) يوم

 senin : (itsnain) اثنين

 selasa : (tsulaatsaa) ثلاثاء

 rabu : (arbi’aa) اربعاء

 kamis : (khamiis) خميس

 jum’at : (jumu’ah) جمعة

 sabtu : (sabt) سبت

 minggu : (ahad) احد


 contoh penggunaan dengan menyambung kata “hari” :

 kalau “youm” itu sebagai permulaan kalimat, harusnye dipakein “al” didepannye, kalo ga ..ga usah pake “al”

 hari senin : (hari ini, hari selasa) اليوم, يوم الثلاثاء


 susunan warna :

 merah : (ahmar)ا حمر

 hitam : (aswad) اسود

 hijau : (akhdhor)اخضر

 putih : (abyadh) ابيص

 kuning : (ashfar) اصفر

 biru : (azhraq) ازرق



 marit : sakit

 ana lagi marit bie.. : gue lagi sakit bro..


 abi : ayah

 umi : ibu

 bet abi umi nte dimana? : rumah bapak ibu lo dimana?


 kul : makan

 nanti siang ana harman kul nsi kebuli : nanti siang gue mau makan nasi kebuli


 haya : malu

 nanti di bet harem ana jangan bikin haya nte! : nanti dirumah cewek gue jangan bikin malu lo!

 Siapa namamu : Man Ismamuka : ismakmien (slank)

 Dimana rumahmu : Fa aina sakinatuka : Feinsakien (slank)

 hadamah : pembantu

 hadamah nte hali juga bie : pembantu lo cantik juga bro


 ana syuftak albi sallim : melihatmu hatiku bahagia

 habibie ya nurul aini : kekasihku wahai cahaya mataku

 kunta feen ya habibie : dimanakah kau (m) kekasih?

 ellayali : ellayali : malam : malamku

 both from lagu g sendiri


 la murhansat : tak terlupakan : : >mustafa amr


 kam : berapa

 tsaman : harga

 sa’ah : jam

 al : an : sekarang (gue bedain antara AIn dengan ‘ dan hamzah dengan : kek sa’ah itu pake ain, al : an pake hamzah)


 kam sa’ah al : an (bisa di baca: kam sa’atul’an) : jam berapa sekarang

 kam tsaman hazihi ……… (titik itu barang)

 ila ayna anta tazhab : mau pergi kemana. (ila : ke. ayna : mana, anta : kamu laki2, tazhab : pergi)

 min ayyi daulah : dari negara mana (min : dari, ayyi itu asal kalimatnya ayna : mana, daulah : negara.)

 maza ta : kul : sedang makan apa? (maza : apa, ta : kul dari kata akala artinya makan, karna sedang (present) masuk ta, juga ta itu berarti kamu.

 ayna al : hammam (dimana letak wc) hehe letak disini dha ma’ruf jadi gak usah di include.. gak mesti pake ayna makan al : hammam



 Setahu saya bahasa Arab terbagi 2 bagian :

 1. Fush hah (bahasa resmi, standar di seluruh dunia).

 ada yg bilang acuan bahasa fushah adalah al : qur’an.


 2. ‘Amiah (bahasa slank ato daerah).

 kalo yg ini bisa beda2 tiap suku maupun negara2 Arab.



 contohnya :

 Uang : Fulus : : > Fush hah

 Duit : Nuqud : : >’amiah


 contoh2 bahasa ‘amiah yg laen donk, soalnya gak ada di kamus2.

 kalo kosa kata fush hah gampang dicari di kamus.



 A : Assalamu’alaikum.

 B : Wa’alaikum salam

 A : Maadzaa taf’al al : aan? (Lagi ngapain?)

 B : Aqro : u kitaab : al : Parasituulugii (Lagi baca buku Parsitologi nih..)

 A : Ahaadza : l : imtihan bilghod? (emangnya ada ujian ya, besok?)

 B : Aiwa. (Iya, neh)

 A : Oh, katstsiri : l : mudzakaroh, deh… (oh, banyak : banyak ngulang deh)

 B : Insya Allah. Ud’uu lii, ya (do’ain ye..)

 A : Insya Allah, ad’uu lak.. la’allaka min : an : naajihiin… (saya doain kamu, semoga sukses deh..)

 B : Syukron.

 A : Afwan, arji’ awwalan ya. (saya pulang duluan ya..)

 B : Tafadhol (silakan)

 A : Ila : l : liqoo. (Sampai jumpa lagi)

 B : Ila : l : liqoo. Ma’assalamah…(ati ati yee)




















 wallahu alam bish sawab

 wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Selasa, 28 April 2015

Belajar Bahasa Korea Kata per Kata . . 안녕하세요 Annyeong-haseyo Semua,,! Kali ini aku kembali share sedikit tentang Bahasa Korea, Karna Aku Suka Korea dan Bahasanya jadi aku ingin belajar tentang Bahasa korea, Crita sedikit nih, di Sekolahku Dulu SMK N 1 Muaro Jambi Ada seorang guru Dari Korea yang bernama Choi Woosu, tetapi di Indonesia atau di SmK dia di panggil Mr.Rudi, Tapi Lain Halnya dengan Aku, Aku memanggilnya Dengan Sebutan “Soensengnim” atau Guru, ternyata hanya aku yang memanggilnya dengan sebutan itu,! OK langsung aja deh. nih sedikit tentang Kata atau Sebutan Dalam Bahasa Korea.! Kata Ganti Orang: Saya –> 저 (Jho) Aku –> 나 (Na) Anda –> 당신 (Dhangshin) Kamu –> 노 (No) Dia –> 그 (Gheu) Mereka –> 그들 (Gheudheul) Kami –> 우리 (Uri) Kita –> 우리들 (Uridheul) Keluarga –> 가족 (Ghajok): Ayah –> 아버지 (Abheojhi) Ibu –> 어머니 (Eomeoni) Adik Laki2 –> 남동생 (Namdhongshaeng) Adik Perempuan –> 여동생 (Yeodongshaeng) Kakak Laki2 (untuk adik laki2) –> 형 (Hyeong) Kakak Laki2 (untuk adik perempuan) –> 오빠 (Oppa) Kakak Perempuan (Untuk adik laki2) –> 누나 (Nuna) Kakak Perempuan (untukadik perempuan) –> 언니 (Eonni) Paman –> 삼촌 (Shamchon) Bibi –> 숙모 (Shungmo) Pakde (Uwak laki2) –> 큰아버지 (Kheunabeojhi) Bude (Uwak perempuan) –> 큰어머니 (Kheuneomoni) Kakek –> 할아버지 (Harabheojhi) Nenek –> 할머니 (Halmeoni) Sepupu –> 사촌 (Shachon) Kakak Ipar laki2 –> 매형 (Maehyeong) Kakak Ipar Perempuan –> 매부 (Maebhu) Adik Ipar –> 시동생 (Shidongshaeng) Bapak Mertua –> 시아버지 (Shiabheojhi) Ibu Mertua –> 시어머니 (Shieomeoni) Penyakit : Sakit kepala –>두 통 (tutong) Demam –> 열(yol) Sembelit –> 변 비(pyonbi) Mencret –> 설 서(solsa) Flu –> 검 기(kamgi) Pegal linu –> 신 경 통(shingyongtong) Infeksi –>염 증(yomjung) Sakit perut –> 복통(poktong) Salah pencernaan –> 소 화 불 량(sohwabulyang) Sakit gigi –> 치 통(chitong) Mual –> 구 토 (kuto) Nama2 Tempat: Kantor –> 사무실 (Shamushil) Kamar/Ruangan –> 방 (Bhang) Kamar Kecil –> 화장실 (Hwajhangshil) Dapur –> 주방 (Jhubhang) Rumah –> 집 (Jhip) Garasi –> 차고 (Chago) Halaman –> 광장/마당 (Ghwangjang/Madhang) Stasiun –> 역 (Yeok) Pasar –> 시장 (Shijang) Sekolah –> 학교 (Hakkyo) Universitas –> 대학교 (Daehakkyo) Bank –> 은행 (Eunhaeng) Bandara –> 공항 (Ghonghang) Terminal –> 터미널 (Teomineol) Tempat Parkir –> 주차장 (Jhuchajhang) Pelabuhan –> 항고 (Hanggo) Rumah Sakit –> 병원 (Bhyeongwon) Apotik –> 약국 (Yakguk) Pabrik –> 공장 (Ghongjhang) Kantor Pos –> 우체국 (Ucheguk) Kantor Polisi –> 경찰서 (Gyeongchalseo) Penjara –> 교도소 (Gyodoso) Kantor Imigrasi –> 출입국 관리 사무소 (chulibguk Ghwanri Samuso) Jalan Raya –> 도로 (Doro) Jalan Tol –> 고속 도로 (Gosokdoro) Halte –> 정류장 (Jhyeongryujhang) Hutan –> 산림 (Shallim) Stadion –> 경기장 (Ghyeongghijhang) Sawah –> 논 (Non) Istana –> 대궐 (Dhaeghwol) Gudang –> 창고 (Changgho) Desa –> 마을 (Maeul) Kota –> 도시 (Dhoshi) Gang/Lorong –> 길 (Ghil) Warung/Toko –> 가개 (Ghaghae) Telepon Umum –> 공중 전화 (Ghongjhung Jheonhwa) Ruang Istirahat –> 휴게실 (Hyugheshil) Mesjid –> 모스크 (Mosheukheu)/이슬람 교회 (Iseullam Ghyohwe) Biara –> 수도원 (Shudhoweon) Gereja –> 교회 (Ghyohwe) Kebun –> 정원 (Jheongwon) Kebun Raya –> 공원 (Ghongwon) Kebun Binatang –> 동물원 (Dhongmulwon) Bioskop –> 영화관 (Yeonghwaghwan) Rumah Makan –> 식당 (Shikdhang) Ini contoh kalimatnya : 다음 주에동물원에 가겠어요(Daum jue dongmulwone kaketsoeoyo) Minggu depan Saya akan pergi ke kebun binatang 나는 한국 식당에서 저녁을먹어요(Nanuen hanguk siktangeseo cheoyeokeul meogoyo) Saya makan malam direstoran Korea Grammar Baca Tulis Bahasa Korea 1. Huruf vokal dan konsonan Hangul 2. Huruf vokal ganda dan konsonan ganda 3. Huruf konsonan akhir Dalam satu suku-kata, huruf konsonan Hangul dapat dipasang di depan atau di belakang huruf vokal. 19 huruf konsonan termasuk semua konsonan ganda dapat dipasang di depan huruf vokal secara keseluruhan tetapi di belakang huruf vokal, 16 huruf konsonan saja kecuali 3 konsonan ganda, ㄸ, ㅃ, ㅉ dapat dipasang. Menyusul huruf vokal untuk membentuk konsonan rangkap disebut 받침(bachim). 받침 mempunyai 7 nilai kata yakni ㅇ, ㅁ, ㄴ, ㄹ, ㅂ, ㄷ, ㄱ 4. Pengucapan 1) Huruf vokal ㅏ[a] ㅑ[ya] ㅓ[eo] ㅕ[yeo] ㅗ[o] ㅛ[yo] ㅜ[u] ㅠ[yu] ㅡ[eu] ㅣ[i] contoh) 아이[ai] 아우[au] 야유[yayu] 여유[yeoyu] 오이[oi] 우유[uyu] 이유[iyu] 2) Huruf konsonan ㄱ[giyeok] ㄴ[nieun] ㄷ[digeut] ㄹ[rieul] ㅁ[mieum] ㅂ[bieup] ㅅ[siot] ㅇ[ieung] ㅈ[jieut] ㅊ[chieut] ㅋ[kieuk] ㅌ[tieut] ㅍ[pieup] ㅎ[hieut] contoh) ㄱ : 거기[geogi] 고가[goga] 고기[gogi] 아가[aga] 아기[agi] 야구[yagu] 여기[yeogi] 이야기[iyagi] contoh) ㄴ : 나[na] 너[neo] 나이[nai] 누구[nugu] 누나[nuna] 어느[eoneu] 누누이[nunu-i] contoh) ㄷ : 타다[tada] 모두[modu] 두루[duru] 어디[eodi] 주다[juda] 드디어[deudieo] contoh) ㄹ : 미리[miri] 고구려[goguryeo] 다리[dari] 오리[ori] 요리[yori] 우리[uri] 꾸러미[kkureomi] contoh) ㅁ : 나무[namu] 머루[meoru] 머리[meori] 마루[maru] 어머니[eomeoni] contoh) ㅂ : 비녀[binyeo] 두부[dubu] 바다[bada] 바보[babo] 보수[bosu] 부부[bubu] 바나나[banana] contoh) ㅅ : 교수[gyosu] 소리[sori] 사자[saja] 서리[seori] 수수[susu] 스스로[seuseuro] 수시로[susiro] contoh) ㅈ: 자수[jasu] 바지[baji] 저기[jeogi] 조류[joryu] 주머니[jumeoni] 아버지[abeoji] contoh) ㅊ: 차차[chacha] 추수[chusu] 치즈[chijeu] 처마[cheoma] 주차[jucha] 미처[micheo] contoh) ㅋ: 키다리[kidari] 코코아[kokoa] 크리스마스[keuriseumaseu] 켜다 [kyeoda] 크다[keuda] 커지다[keojida] contoh) ㅌ: 타조[tajo] 도토리[dotori] 타수[tasu] 투지[tuji] 버터[beoteo] 토마토[tomato] contoh) ㅎ: 하루[haru] 허수아비[heosuabi] 휴지[hyuji] 호루라기[horuragi] 휴가[hyuga] 허리[heori] 5. Kalimat positif dan menyangkal Untuk membuat kalimat positif dan kalimat menyangkal, ada 3 cara dalam tata bahasa Korea. 1) 이다 / (이/가) 아니다 contoh) 한국사람이다. / 한국사람이 아니다. 2) 있다 / 없다 contoh) 한국 친구가 있다. / 한국 친구가 없다. 3) Untuk membuat kata kerja yang menyangkal, kata ‘안’ dipasang di depan kata kerja. contoh) 김치를 먹는다. / 김치를 안 먹는다. 6. Keterangan waktu Pada dasarnya, keterangan waktu dalam Bahasa Korea dibagi 3, yakni sekarang, lampau dan waktu yang akan datang. Untuk membuat keterangan waktu lampau, ‘았’, ‘었’, dan ‘였’ dipasang di belakang kata keterangan. contoh) 공부하다 공부하 + 였 + 다 공부하였다(공부했다) 살다 살 + 았 + 다 살았다 먹다 먹 + 었 + 다 먹었다 Untuk membuat keterangan waktut yang akan datang, ‘겠’, ‘을 것’, ‘을 거’ dan ‘ㄹ거’ dipasang di belakang kata keterangan. contoh) 가다 가 + 겠 + 다 가겠다 가다 가 + ㄹ 것 + 이 + 다 갈 것이다 가다 가 + ㄹ 거 + 다 갈거다 (kalimat singkat) Percakapan Dasar 네.(예.) [ Ne.(ye.)] Ya. 아니오. [Anio.] Tidak. (Bukan.) 여보세요. [Yeoboseyo.] Halo. 안녕하세요. [Annyeong-haseyo.] Apa kabar. 안녕히 계세요. [Annyong-hi gyeseyo.] Selamat tinggal. 안녕히 가세요. [Annyeong-hi gaseyo.] Selamat jalan. 어서 오세요. [Eoseo oseyo.] Selamat datang. 고맙습니다.(감사합니다.) [Gomapseumnida. (Gamsahamnida.)] Terima kasih. 천만에요. [Cheonmaneyo.] Kembali. (Sama-sama.) 미안합니다.(죄송합니다.) [Mianhamnida. (Joesong-hamnida.)] Minta maaf. (Mohon maaf.) 괜찮습니다.(괜찮아요.) [Gwaenchansseumnida.] Tidak apa-apa. 실례합니다. [Sillyehamnida.] Permisi. Perkenalan diri 안녕하세요. 만나서 반갑습니다. 저는 빌 스미스라고 해요. [Annyeong-haseyo. Mannaseo ban-gapsseumnida. Jeoneun Bill Smith-rago haeyo.] Apa kabar. Gembira sekali bertemu dengan anda. Saya Bill Smith. 저는 IBM 서울 지사에서 근무하고 있어요. [Jeoneun IBM Seoul jisa-esoe geunmuhago isseoyo.] Sedang bekerja di kantor perwakilan IBM Seoul. 저는 미국 시카고에서 왔어요. [ Jeoneun miguk sikago-eseo wasseoyo.] Saya datang dari Chicago, Amerika Serikat. 한국에 온 지 일년 됐어요. [ Han-guge on ji ilnyeon dwaesseoyo.] Sudah satu tahun di Korea. 아내와 두 아이가 있어요. [Anaewa du aiga isseoyo.] Keluarga saya, isteri dan 2 anak. 저는 골프와 테니스 등 스포츠를 좋아해요. [Jeoneun golpeuwa tenisseu deung spocheureul joaheyo.] Saya suka berolahraga termasuk golf dan tenis. 저는 한국을 참 좋아해요. [Jeoneun han-gugul cham joahaeyo.] Saya senang sekali di Korea. 자연도 아름답고 사람들도 참 친절해요. [Jayeondo areumdapkko saramdeuldo cham chinjeol-haeyo.] Pemandangan alamnya cukup indah dan orangnya cukup ramah tamah. Kata-kata baru 자기소개 [jagisogae] perkenalan diri 소개하다 [sogaehada] memperkenalkan 만나서 반갑습니다 [Mannaseo ban-gapsseumnida] gembira sekali bertemu 저는 000라고 해요 [Jeoneun 000rago haeyo.] Saya 000. 근무하다 [geunmuhada] bekerja 미국 [miguk] Amerika Serikat 시카고에서 왔어요 [Sikago-eseo wasseoyo] datang dari Chicago 한국 [han-guk] Korea 일 년 [ilnyeon] satu tahun 아내 [anae] isteri 아이 [ai] anak 골프 [golpeu] golf 테니스 [tenisseu] tenis 스포츠 [spocheu] olahraga 좋아하다 [joahada] suka 자연 [jayeon] alam 아름답다 [areumdaptta] indah 사람들 [saramdeul] orang-orang 친절하다 [chinjeol-hada] ramah tamah Olahraga 축구 [chukku] sepak bola 야구 [yagu] base ball 탁구 [takku] tenis meja 테니스 [tenisseu] tenis 볼링 [bolling] bowling 당구 [danggu] bilyard 수영 [suyeong] berenang 달리기 [dalligi] atletik 마라톤 [maraton] maraton 승마 [seungma] menunggang kuda 체조 [chejo] senam 하키 [haki] hoki 핸드볼 [haendeubol] bola tangan 배드민턴 [baedeuminteon] bulu tangkis 양궁 [yanggung] memanah 골프 [golpeu] golf
Belajar Bahasa Korea Kata per Kata . . 안녕하세요 Annyeong-haseyo Semua,,! Kali ini aku kembali share sedikit tentang Bahasa Korea, Karna Aku Suka Korea dan Bahasanya jadi aku ingin belajar tentang Bahasa korea, Crita sedikit nih, di Sekolahku Dulu SMK N 1 Muaro Jambi Ada seorang guru Dari Korea yang bernama Choi Woosu, tetapi di Indonesia atau di SmK dia di panggil Mr.Rudi, Tapi Lain Halnya dengan Aku, Aku memanggilnya Dengan Sebutan “Soensengnim” atau Guru, ternyata hanya aku yang memanggilnya dengan sebutan itu,! OK langsung aja deh. nih sedikit tentang Kata atau Sebutan Dalam Bahasa Korea.! Kata Ganti Orang: Saya –> 저 (Jho) Aku –> 나 (Na) Anda –> 당신 (Dhangshin) Kamu –> 노 (No) Dia –> 그 (Gheu) Mereka –> 그들 (Gheudheul) Kami –> 우리 (Uri) Kita –> 우리들 (Uridheul) Keluarga –> 가족 (Ghajok): Ayah –> 아버지 (Abheojhi) Ibu –> 어머니 (Eomeoni) Adik Laki2 –> 남동생 (Namdhongshaeng) Adik Perempuan –> 여동생 (Yeodongshaeng) Kakak Laki2 (untuk adik laki2) –> 형 (Hyeong) Kakak Laki2 (untuk adik perempuan) –> 오빠 (Oppa) Kakak Perempuan (Untuk adik laki2) –> 누나 (Nuna) Kakak Perempuan (untukadik perempuan) –> 언니 (Eonni) Paman –> 삼촌 (Shamchon) Bibi –> 숙모 (Shungmo) Pakde (Uwak laki2) –> 큰아버지 (Kheunabeojhi) Bude (Uwak perempuan) –> 큰어머니 (Kheuneomoni) Kakek –> 할아버지 (Harabheojhi) Nenek –> 할머니 (Halmeoni) Sepupu –> 사촌 (Shachon) Kakak Ipar laki2 –> 매형 (Maehyeong) Kakak Ipar Perempuan –> 매부 (Maebhu) Adik Ipar –> 시동생 (Shidongshaeng) Bapak Mertua –> 시아버지 (Shiabheojhi) Ibu Mertua –> 시어머니 (Shieomeoni) Penyakit : Sakit kepala –>두 통 (tutong) Demam –> 열(yol) Sembelit –> 변 비(pyonbi) Mencret –> 설 서(solsa) Flu –> 검 기(kamgi) Pegal linu –> 신 경 통(shingyongtong) Infeksi –>염 증(yomjung) Sakit perut –> 복통(poktong) Salah pencernaan –> 소 화 불 량(sohwabulyang) Sakit gigi –> 치 통(chitong) Mual –> 구 토 (kuto) Nama2 Tempat: Kantor –> 사무실 (Shamushil) Kamar/Ruangan –> 방 (Bhang) Kamar Kecil –> 화장실 (Hwajhangshil) Dapur –> 주방 (Jhubhang) Rumah –> 집 (Jhip) Garasi –> 차고 (Chago) Halaman –> 광장/마당 (Ghwangjang/Madhang) Stasiun –> 역 (Yeok) Pasar –> 시장 (Shijang) Sekolah –> 학교 (Hakkyo) Universitas –> 대학교 (Daehakkyo) Bank –> 은행 (Eunhaeng) Bandara –> 공항 (Ghonghang) Terminal –> 터미널 (Teomineol) Tempat Parkir –> 주차장 (Jhuchajhang) Pelabuhan –> 항고 (Hanggo) Rumah Sakit –> 병원 (Bhyeongwon) Apotik –> 약국 (Yakguk) Pabrik –> 공장 (Ghongjhang) Kantor Pos –> 우체국 (Ucheguk) Kantor Polisi –> 경찰서 (Gyeongchalseo) Penjara –> 교도소 (Gyodoso) Kantor Imigrasi –> 출입국 관리 사무소 (chulibguk Ghwanri Samuso) Jalan Raya –> 도로 (Doro) Jalan Tol –> 고속 도로 (Gosokdoro) Halte –> 정류장 (Jhyeongryujhang) Hutan –> 산림 (Shallim) Stadion –> 경기장 (Ghyeongghijhang) Sawah –> 논 (Non) Istana –> 대궐 (Dhaeghwol) Gudang –> 창고 (Changgho) Desa –> 마을 (Maeul) Kota –> 도시 (Dhoshi) Gang/Lorong –> 길 (Ghil) Warung/Toko –> 가개 (Ghaghae) Telepon Umum –> 공중 전화 (Ghongjhung Jheonhwa) Ruang Istirahat –> 휴게실 (Hyugheshil) Mesjid –> 모스크 (Mosheukheu)/이슬람 교회 (Iseullam Ghyohwe) Biara –> 수도원 (Shudhoweon) Gereja –> 교회 (Ghyohwe) Kebun –> 정원 (Jheongwon) Kebun Raya –> 공원 (Ghongwon) Kebun Binatang –> 동물원 (Dhongmulwon) Bioskop –> 영화관 (Yeonghwaghwan) Rumah Makan –> 식당 (Shikdhang) Ini contoh kalimatnya : 다음 주에동물원에 가겠어요(Daum jue dongmulwone kaketsoeoyo) Minggu depan Saya akan pergi ke kebun binatang 나는 한국 식당에서 저녁을먹어요(Nanuen hanguk siktangeseo cheoyeokeul meogoyo) Saya makan malam direstoran Korea Grammar Baca Tulis Bahasa Korea 1. Huruf vokal dan konsonan Hangul 2. Huruf vokal ganda dan konsonan ganda 3. Huruf konsonan akhir Dalam satu suku-kata, huruf konsonan Hangul dapat dipasang di depan atau di belakang huruf vokal. 19 huruf konsonan termasuk semua konsonan ganda dapat dipasang di depan huruf vokal secara keseluruhan tetapi di belakang huruf vokal, 16 huruf konsonan saja kecuali 3 konsonan ganda, ㄸ, ㅃ, ㅉ dapat dipasang. Menyusul huruf vokal untuk membentuk konsonan rangkap disebut 받침(bachim). 받침 mempunyai 7 nilai kata yakni ㅇ, ㅁ, ㄴ, ㄹ, ㅂ, ㄷ, ㄱ 4. Pengucapan 1) Huruf vokal ㅏ[a] ㅑ[ya] ㅓ[eo] ㅕ[yeo] ㅗ[o] ㅛ[yo] ㅜ[u] ㅠ[yu] ㅡ[eu] ㅣ[i] contoh) 아이[ai] 아우[au] 야유[yayu] 여유[yeoyu] 오이[oi] 우유[uyu] 이유[iyu] 2) Huruf konsonan ㄱ[giyeok] ㄴ[nieun] ㄷ[digeut] ㄹ[rieul] ㅁ[mieum] ㅂ[bieup] ㅅ[siot] ㅇ[ieung] ㅈ[jieut] ㅊ[chieut] ㅋ[kieuk] ㅌ[tieut] ㅍ[pieup] ㅎ[hieut] contoh) ㄱ : 거기[geogi] 고가[goga] 고기[gogi] 아가[aga] 아기[agi] 야구[yagu] 여기[yeogi] 이야기[iyagi] contoh) ㄴ : 나[na] 너[neo] 나이[nai] 누구[nugu] 누나[nuna] 어느[eoneu] 누누이[nunu-i] contoh) ㄷ : 타다[tada] 모두[modu] 두루[duru] 어디[eodi] 주다[juda] 드디어[deudieo] contoh) ㄹ : 미리[miri] 고구려[goguryeo] 다리[dari] 오리[ori] 요리[yori] 우리[uri] 꾸러미[kkureomi] contoh) ㅁ : 나무[namu] 머루[meoru] 머리[meori] 마루[maru] 어머니[eomeoni] contoh) ㅂ : 비녀[binyeo] 두부[dubu] 바다[bada] 바보[babo] 보수[bosu] 부부[bubu] 바나나[banana] contoh) ㅅ : 교수[gyosu] 소리[sori] 사자[saja] 서리[seori] 수수[susu] 스스로[seuseuro] 수시로[susiro] contoh) ㅈ: 자수[jasu] 바지[baji] 저기[jeogi] 조류[joryu] 주머니[jumeoni] 아버지[abeoji] contoh) ㅊ: 차차[chacha] 추수[chusu] 치즈[chijeu] 처마[cheoma] 주차[jucha] 미처[micheo] contoh) ㅋ: 키다리[kidari] 코코아[kokoa] 크리스마스[keuriseumaseu] 켜다 [kyeoda] 크다[keuda] 커지다[keojida] contoh) ㅌ: 타조[tajo] 도토리[dotori] 타수[tasu] 투지[tuji] 버터[beoteo] 토마토[tomato] contoh) ㅎ: 하루[haru] 허수아비[heosuabi] 휴지[hyuji] 호루라기[horuragi] 휴가[hyuga] 허리[heori] 5. Kalimat positif dan menyangkal Untuk membuat kalimat positif dan kalimat menyangkal, ada 3 cara dalam tata bahasa Korea. 1) 이다 / (이/가) 아니다 contoh) 한국사람이다. / 한국사람이 아니다. 2) 있다 / 없다 contoh) 한국 친구가 있다. / 한국 친구가 없다. 3) Untuk membuat kata kerja yang menyangkal, kata ‘안’ dipasang di depan kata kerja. contoh) 김치를 먹는다. / 김치를 안 먹는다. 6. Keterangan waktu Pada dasarnya, keterangan waktu dalam Bahasa Korea dibagi 3, yakni sekarang, lampau dan waktu yang akan datang. Untuk membuat keterangan waktu lampau, ‘았’, ‘었’, dan ‘였’ dipasang di belakang kata keterangan. contoh) 공부하다 공부하 + 였 + 다 공부하였다(공부했다) 살다 살 + 았 + 다 살았다 먹다 먹 + 었 + 다 먹었다 Untuk membuat keterangan waktut yang akan datang, ‘겠’, ‘을 것’, ‘을 거’ dan ‘ㄹ거’ dipasang di belakang kata keterangan. contoh) 가다 가 + 겠 + 다 가겠다 가다 가 + ㄹ 것 + 이 + 다 갈 것이다 가다 가 + ㄹ 거 + 다 갈거다 (kalimat singkat) Percakapan Dasar 네.(예.) [ Ne.(ye.)] Ya. 아니오. [Anio.] Tidak. (Bukan.) 여보세요. [Yeoboseyo.] Halo. 안녕하세요. [Annyeong-haseyo.] Apa kabar. 안녕히 계세요. [Annyong-hi gyeseyo.] Selamat tinggal. 안녕히 가세요. [Annyeong-hi gaseyo.] Selamat jalan. 어서 오세요. [Eoseo oseyo.] Selamat datang. 고맙습니다.(감사합니다.) [Gomapseumnida. (Gamsahamnida.)] Terima kasih. 천만에요. [Cheonmaneyo.] Kembali. (Sama-sama.) 미안합니다.(죄송합니다.) [Mianhamnida. (Joesong-hamnida.)] Minta maaf. (Mohon maaf.) 괜찮습니다.(괜찮아요.) [Gwaenchansseumnida.] Tidak apa-apa. 실례합니다. [Sillyehamnida.] Permisi. Perkenalan diri 안녕하세요. 만나서 반갑습니다. 저는 빌 스미스라고 해요. [Annyeong-haseyo. Mannaseo ban-gapsseumnida. Jeoneun Bill Smith-rago haeyo.] Apa kabar. Gembira sekali bertemu dengan anda. Saya Bill Smith. 저는 IBM 서울 지사에서 근무하고 있어요. [Jeoneun IBM Seoul jisa-esoe geunmuhago isseoyo.] Sedang bekerja di kantor perwakilan IBM Seoul. 저는 미국 시카고에서 왔어요. [ Jeoneun miguk sikago-eseo wasseoyo.] Saya datang dari Chicago, Amerika Serikat. 한국에 온 지 일년 됐어요. [ Han-guge on ji ilnyeon dwaesseoyo.] Sudah satu tahun di Korea. 아내와 두 아이가 있어요. [Anaewa du aiga isseoyo.] Keluarga saya, isteri dan 2 anak. 저는 골프와 테니스 등 스포츠를 좋아해요. [Jeoneun golpeuwa tenisseu deung spocheureul joaheyo.] Saya suka berolahraga termasuk golf dan tenis. 저는 한국을 참 좋아해요. [Jeoneun han-gugul cham joahaeyo.] Saya senang sekali di Korea. 자연도 아름답고 사람들도 참 친절해요. [Jayeondo areumdapkko saramdeuldo cham chinjeol-haeyo.] Pemandangan alamnya cukup indah dan orangnya cukup ramah tamah. Kata-kata baru 자기소개 [jagisogae] perkenalan diri 소개하다 [sogaehada] memperkenalkan 만나서 반갑습니다 [Mannaseo ban-gapsseumnida] gembira sekali bertemu 저는 000라고 해요 [Jeoneun 000rago haeyo.] Saya 000. 근무하다 [geunmuhada] bekerja 미국 [miguk] Amerika Serikat 시카고에서 왔어요 [Sikago-eseo wasseoyo] datang dari Chicago 한국 [han-guk] Korea 일 년 [ilnyeon] satu tahun 아내 [anae] isteri 아이 [ai] anak 골프 [golpeu] golf 테니스 [tenisseu] tenis 스포츠 [spocheu] olahraga 좋아하다 [joahada] suka 자연 [jayeon] alam 아름답다 [areumdaptta] indah 사람들 [saramdeul] orang-orang 친절하다 [chinjeol-hada] ramah tamah Olahraga 축구 [chukku] sepak bola 야구 [yagu] base ball 탁구 [takku] tenis meja 테니스 [tenisseu] tenis 볼링 [bolling] bowling 당구 [danggu] bilyard 수영 [suyeong] berenang 달리기 [dalligi] atletik 마라톤 [maraton] maraton 승마 [seungma] menunggang kuda 체조 [chejo] senam 하키 [haki] hoki 핸드볼 [haendeubol] bola tangan 배드민턴 [baedeuminteon] bulu tangkis 양궁 [yanggung] memanah 골프 [golpeu] golf

Rabu, 11 Maret 2015

KISAH NABI MUHAMMAD SAW SECARA SINGKAT


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

KISAH NABI MUHAMMAD SAW SECARA SINGKAT













Kisah ini merpakan kisahTeladan nabi Akhir Zaman Nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah Swt. adalah Nabi Muhammad s.a.w. (Q.33:40). Ia dipilih menjadi nabi dan rasul pada usia 40 tahun. Ia menyampaikan risalah kenabian kepada kaumnya selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Muhammad dilahirkan di Mekah. Kakeknya, Abdul Muttalib, menamainya Muhammad (orang terpuji), sebuah nama yang belum pernah digunakan dan dikenal sebelumnya. Ketika lahir, Muhammad telah menjadi anak yatim. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum ia lahir. Ketika berusia 6 tahun, Muhammad sudah menjadi yatim piatu. Ibunya,Aminah binti Wahab, meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Yatsrib, setelah berziarah ke kuburan suaminya. Kemudian, Muhammad diasuh oleh Abdul Muttalib.

Sebelum Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya wafat. Pamannya, Abi Talib, lalu mengambil alih tanggung jawab mengasuh Muhammad.

TANDA KENABIAN

ejak bayi, tanda- tanda kenabian telah tampak pada diri Muhammad. Pada usia 5 bulan ia sudah bisa berjalan, dan pada usia 9 bulan sudah pandai berbicara. Pada usia 2 tahun, ia sudah bisa dilepas bersama anak- anak Halimah binti Abi Dua'ib, ibu susunya, untuk menggembala kambing. Pada usia inilah ia didatangi oleh dua malaikat. Mereka membuka baju Muhammad, membelah dadanya dan menyiramkan air ke dalamnya untuk mencuci hatinya agar senantiasa bersih. Kemudian mereka menutup dada Muhammad kembali tanpa bekas ataupun luka.

TAHUN GAJAH

Ada suatu peristiwa yang mendahului kelahiran Muhammad. Peristiwa itu menjadi pertanda bahwa Allah Swt. melindungi agama yang akan dibawa Muhammad. Tahun terjadinya peristiwa itu disebut Tahun Gajah, karena pada tahun itu pasukan gajah yang dipimpin Abrahah, penguasa Habasyah (kini Ethiopia), menyerbu kota Mekah untuk menghancurkan Ka'bah. Abrahah ingin mengambil alih peranan kota Mekah dengan Ka'bahnya sebagai pusat perekonomian dan peribadatan bangsa Arab. Sebelumnya, Abrahah sudah membangun al- Qulles, sebuah rumah ibadah megah di Yaman, sebagai pengganti Ka'bah.

BUHAIRAH

Pada usia 12 tahun, Muhammad mengikuti kafilah pamannya ke Suriah. Sepanjang perjalanan di gurun, mereka dinaungi awan sehingga tidak kepanasan. Di Busra, kafilah ini bertemu dengan seorang pendeta Kristen bernama Buhairah yang meyakini bahwa Muhammad adalah calon nabi yang ditunjuk Allah Swt.

AL-AMIN

Muhammad tumbuh menjadi seorang pemuda yang jujur dan berbudi pekerti luhur. Melalui Hilful-Fudul dan kegiatannya membantu pamannya berdagang, nama Muhammad makin terkenal sebagai seorang yang terpercaya. Karena kejujurannya, ia mendapat gelar al- Amin, yang berarti orang yang terpercaya. Para pemimpin Mekah juga pernah mempercayai Muhammad untuk menyelesaikan perselisihan mereka, dengan memimpin peletakan Hajar Aswad, saat perbaikan Ka'bah yang rusak akibat banjir.

HILFUL-FUDUL

Pada usia 15 tahun, saat terjadi Perang Fijar antara suku Kuraisy dan suku Hawazin, Muhammad membantu mempersiapkan anak panah untuk paman- pamannya yang hendak berperang. Akibat perang ini, para pemimpin beberapa suku Kuraisy mengadakan rapat untuk menetapkan aturan perlindungan untuk mencegah kelaliman terhadap penduduk kota maupun pendatang asing. Mereka sepakat membuat sebuah organisasi bernama Hilful-Fudul (persekutuan kebajikan). Lembaga ini bertugas membantu orang miskin dan teraniaya.

Muhammad ikut dalam lembaga ini saat berusia 20 tahun. Di lembaga ini, sifat kepemimpinannya mulai tampak.

KHADIJAH

Pada usia 25 tahun Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid yang berusia 40 tahun. Khadijah adalah seorang pengusaha yang mempercayai Muhammad untuk menjajakan dagangannya ke Suriah. Karena kejujuran Muhammad, Khadijah menaruh hati padanya dan menikahinya. Pasangan Khadijah- Muhammad dikaruniai 2 putra (Qasim serta Abdullah) dan 4 putri (Zainab, Rukayyah, Ummu Kalsum, dan Fatimah). Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam. Ia meninggal pada usia 65 tahun, setelah 25 tahun menikah dengan Muhammad.

UMMUL MUKMININ

1. Khadijah binti Khuwailid

2. Saudah binti Zam'ah

3. Aisyah binti Abu Bakar as-Siddiq

4. Zainab binti Huzaimah

5. Juwairiyah binti Haris

6. Sofiyah binti Hay

7. Hindun binti Abi Umaiyah

8. Ramlah binti Abu Sufyan

9. Hafsah binti Umar bin Khattab

10. Zainab binti Jahsyi

11. Maimunah binti Haris

RIWAYAT MUHAMMAD

Kisah Muhammad sangat banyak disebut dalam Al- Qur'an. Nama Muhammad disebut 4 kali dan dijadikan salah satu nama surat ke-47, yang diambil dari perkataan Muhammad pada ayat ke-2. Adapun nama Ahmad disebut sekali. Riwayat Muhammad diketahui melalui penuturan para sahabat dan ditulis oleh banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu. Oleh Michael H. Hart, penulis buku Seratus Tokoh yang paling Berpengaruh dalam Sejarah,

Muhammad ditempatkan pada urutan pertama orang yang berpengaruh dalam sejarah manusia.

WAHYU PERTAMA

Menjelang usia 40 tahun, Muhammad sering menyendiri dan bertafakur di Gua Hira. Gua ini terletak di Bukit Hira, sekitar 6 km di sebelah timur laut kota Mekah. Tingginya 155 cm dan bisa memuat 4 orang. Di gua ini Muhammad beribadah sepanjang Ramadan. Di gua ini pula Muhammad menerima wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadan 12 SH/6 Agustus 610 M. Malaikat Jibril menemui dan menyuruhnya membaca wahyu Allah

(Q.96:1-5).

DAKWAH

Ada dua tahap dakwah yang dilakukan Muhammad. Pertama, dakwah secara diam-diam selama 3 tahun. Keluarga dan sahabat Nabi yang masuk Islam pada tahap ini antara lain Khadijah, Abu Bakar as-Siddiq, dan Ali bin Abi Talib. Kedua, dakwah secara terang-terangan, yang dilakukan Nabi setelah turun perintah Allah (Q.15:94). Dakwah ini berlangsung hingga Nabi wafat. Banyak sahabat yang memeluk Islam pada masa ini, antara lain Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.

AKSI MENENTANG DAKWAH

Kaum musyrik Kuraisy tak mampu menghentikan dakwah Muhammad. Berbagai cara mereka lakukan, tapi hasilnya tetap nihil. Mereka lalu mengutus 10 orang untuk menemui Abi Talib dan meminta agar ia mau membujuk keponakannya berhenti berdakwah. Namun Muhammad menolak permintaan tersebut. Melihat keteguhan hati Muhammad, Abi Talib akhirnya mendukung keputusan keponakannya itu dan berjanji untuk selalu melindunginya dari ancaman orang Kuraisy.

TAHUN DUKA CITA

Muhammad benar-benar sedih ketika Abi Talib yang menjadi pelindung utamanya wafat pada bulan Ramadan 2 SH, dalam usia 87 tahun. Belum hilang kesedihannya, Khadijah, istrinya yang ia cintai dan selalu mendampinginya dalam perjuangan, juga meninggal dunia. Muhammad sangat sedih dengan wafatnya kedua orang yang menjadi pembela risalahnya itu. Karena itu, tahun ke- 10 kenabian ini disebut 'Am al-Huzn (tahun duka cita).

ISRA MI'RAJ

Pada tahun ke-10 kenabian, terjadi peristiwa Isra Mikraj. Allah Swt. memperjalankan Nabi Saw. pada malam hari (Isra) dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Yerusalem, kemudian membawanya naik (mikraj) ke langit agar bisa menyaksikan kekuasaan Allah Swt. (Q.17:1). Dalam kesempatan mi'raj itulah Nabi menerima perintah dari Allah Swt. berupa kewajiban menjalankan salat lima waktu.

TA'IF

Gangguan kaum Kuraisy terhadap Muhammad semakin menjadi-jadi setelah paman dan istrinya wafat. Pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian, Muhammad pergi ke luar kota Mekah menuju Ta'if (65 km sebelah tenggara Mekah) bersama anak angkatnya, Zaid bin Harisah, untuk menyebarkan dakwah. Selama sepuluh hari, Nabi Saw. menemui para pemuka Bani Saqif. Namun kehadiran Nabi di sana ditolak oleh mereka.

IKRAR AQABAH

Suatu saat Nabi bertemu dengan enam orang suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib. Nabi menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan agama Islam. Mereka pun lalu menyatakan masuk Islam di hadapan Nabi. Setelah pulang ke Yatsrib, mereka memberitahukan hal tersebut kepada penduduk lainnya. Pada musim haji berikutnya, datanglah delegasi suku Aus dan Khazraj menemui Nabi di Aqabah. Mereka menyatakan ikrar kesetiaan kepada Nabi, yang kemudian dikenal dengan Ikrar Aqabah. Mereka juga meminta agar Nabi bersedia pindah ke Yatsrib untuk menghindari gangguan orang Kuraisy. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman.

RENCANA MEMBUNUH NABI MUHAMMAD SAW

Sebelum hijrah ke Yatsrib, kaum Kuraisy berencana membunuh Nabi. Tapi rencana jahat itu ketahuan sebelum terlaksana. Ketika mereka mengepung rumah Nabi, mereka hanya menemukan Ali bin Abi Talib di tempat tidur Nabi, sementara Nabi dan Abu Bakar sudah pergi. Ketika kaum Kuraisy mengejar, Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Sur. Setelah aman barulah mereka melanjutkan perjalanan ke Yatsrib.

HIJRAH KE MADINAH

Dua belas tahun sudah Nabi berdakwah, tapi kaum Kuraisy tetap belum mau menerima risalah kenabiannya. Maka Nabi hijrah ke Yatsrib. Setelah Nabi hijrah, kota Yatsrib kemudian dikenal dengan sebutan Madinah an-Nabi (kota Nabi) atau Madinah al- Munawwarah (kota yang bercahaya).

MASJID QUBA

Sebelum sampai di Madinah, Nabi dan Abu Bakar singgah di Quba, sebuah desa yang jaraknya 10 km dari Madinah. Nabi tinggal di sana selama beberapa hari, sambil menunggu kedatangan Ali bin Abi Talib dari Mekah. Di desa ini, Nabi membangun Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Saw. sebagai pusat peribadatan. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-12 kenabian Muhammad.

PIAGAM MADINAH

Di Madinah, Nabi memimpin penataan dan peletakan dasar- dasar kehidupan bagi kaum muslim dan penduduk Madinah dalam beberapa langkah. Pertama, mempererat tali ukhuwah Islamiah (persaudaraan Islam) antara kaum Muhajirin dan Ansar yang sudah masuk Islam. Kedua, membangun Masjid Nabawi, sebagai tempat untuk mewujudkan rasa persaudaraan itu. Ketiga, mengikat tali persaudaraan dengan komunitas lain yang tidak beragama Islam, yaitu kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Ikatan hubungan itu terwujud dalam perjanjian yang disebut dengan Misaq Madinah (Piagam Madinah). Dengan dasar-dasar itu, masyarakat Madinah bisa disebut sebagai sebuah negara, dengan Nabi Muhammad sebagai kepala negara.

IZIN PERANG

Kendati Nabi dan pengikutnya sudah hijrah ke Madinah, orang Kuraisy terus mengganggu mereka. Sementara itu kaum Yahudi di Madinah iri melihat kondisi militer, politik, dan ekonomi kaum muslim semakin baik. Mereka lantas bersekongkol dengan kaum Kuraisy untuk melumpuhkan kaum muslim. Karena kaum muslim semakin terancam, Allah mengizinkan mereka untuk berperang (Q.22:39-41). Setelah mendapat izin Allah Swt., Nabi dan kaum muslim lalu memerangi orang Kuraisy dan Yahudi. Ada beberapa peperangan yang dipimpin Nabi, misalnya Perang Badr, Perang Uhud, Perang Khandaq (parit), dan Fath Makkah.

PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Pada tahun ke-6 hijrah, Nabi bermimpi memasuki kota Mekah dan bertawaf (mengelilingi Ka'bah). Mimpi itu disampaikan kepada para sahabat. Saat itu pula, Nabi mengumumkan kepada kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji di Mekah. Namun kaum musyrik Kuraisy menghalang- halangi mereka. Kaum Kuraisy kemudian mengutus Suhayl bin Amr untuk bertemu dengan Nabi dan membuat perjanjian perdamaian. Nabi dan Suhayl menyepakati syarat- syarat perdamaian itu. Kalimat perjanjian ditulis oleh Ali bin Abi Talib, atas perintah Nabi. Perjanjian itu dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah.

ISI PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Kaum muslim dan kaum Kuraisy mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun. Jika ada kaum Kuraisy yang menyeberang ke pihak Nabi tanpa seizin walinya, ia harus dikembalikan kepada mereka, tapi jika pengikut Muhammad menyeberang ke pihak musyrik Kuraisy, ia tidak akan dikembalikan kepada Muhammad. Kabilah-kabilah Arab bebas bersekutu dengan Muhammad ataupun dengan orang Kuraisy. Pada tahun tersebut (6H), Nabi dan rombongan harus kembali ke Madinah dan tidak boleh masuk ke Mekah. Mereka juga harus menunda ibadah haji hingga tahun berikutnya, dengan syarat tidak akan tinggal di Mekah lebih dari tiga hari dan tidak membawa senjata selain pedang di dalam sarungnya.

'UMRAH AL-QADA'

Setahun setelah Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani, Nabi dan kaum muslim dapat memasuki kota Mekah untuk beribadah haji di Ka'bah. Kaum musyrik Kuraisy membiarkan mereka tinggal di Mekah selama tiga hari. Kesempatan ini digunakan oleh Nabi dan kaum muslim untuk menunaikan umrah, yang disebut 'Umrah al-Qada', pengganti umrah yang tidak terlaksana pada tahun sebelumnya karena dilarang kaum musyrik Kuraisy.

PENYEBARAN ISLAM

Perjanjian Hudaibiyah menciptakan suasana tenang dan aman. Enam bulan setelah perjanjian itu Nabi berdakwah kepada para penguasa di sekitar Arab, dengan cara mengirimkan surat, antara lain kepada penguasa Iran, Mesir, Abessinia, Persia dan Romawi (Bizantium). Surat Nabi seluruhnya berjumlah sekitar 105 buah. Namun, tidak semua teks surat itu disalin lengkap. Surat itu berisi seruan untuk masuk Islam. Setiap surat dicap dengan stempel dari perak yang diukir dengan tiga baris kata: Muhammad, Rasul, Allah.

FATH MAKKAH

Suatu saat kaum Kuraisy melanggar Perjanjian Hudaibiyah dengan membantu sekutu mereka menyerang sekutu kaum muslim. Mengetahui hal itu, Nabi segera menyiapkan sepuluh ribu pasukan muslim untuk berangkat ke Mekah. Pasukan muslim memasuki kota Mekah tanpa perlawanan dari kaum Kuraisy. Peristiwa itu disebut Fath Makkah (pembebasan Mekah). Di Mekah, Nabi menghancurkan berhala-berhala di sekeliling Ka'bah. Setelah itu Nabi menyuruh Bilal menyerukan azan dari atas Ka'bah. Kemudian mereka mendirikan salat berjemaah dengan dipimpin oleh Rasulullah Saw.

HAJI WADA'

Pada tahun ke-10 Hijrah, Nabi menunaikan ibadah haji. Beliau berangkat ke Mekah pada 28 Zulkaidah, setelah menunjuk Abu Dujanah sebagai wakilnya di Madinah. Pada 4 Zulhijah, Nabi tiba di Mekah, dan langsung masuk ke Masjidilharam melalui pintu Bani Syaibah, serta melakukan tawaf dan sai. Pada 8 Zulhijah, Nabi berangkat ke Mina dan tinggal di sana hingga terbit fajar. Pada pagi hari 9 Zulhijah, Nabi berangkat ke Arafah dengan diikuti oleh sekitar 100.000 jemaah. Pada ibadah haji wada' (wadak) ini turun firman Allah Swt. (Q.5:3) yang menandakan bahwa Allah Swt. telah menyempurnakan agama Islam kepada umat-Nya dan telah mencukupkan nikmat- Nya. Perjalanan haji ini kemudian disebut Haji wadak (haji perpisahan), karena beberapa bulan setelah ibadah haji itu Nabi wafat.

WAFAT

Dua bulan setelah menunaikan ibadah Haji Wadak, Nabi menderita demam. Badannya mulai lemah. Meskipun demikian ia tetap memimpin salat berjemaah. Namun setelah merasa sangat lemah, ia menunjuk Abu Bakar menjadi penggantinya sebagai imam salat. Setelah beberapa hari sakit, Nabi dipanggil ke haribaan Allah Swt. pada tanggal 12 Rabiulawal 11 H atau 8 Juni 632 M. Nabi wafat dalam usia 63 tahun. Abu Bakar as-Siddiq kemudian ditunjuk oleh kaum Muhajirin dan Ansar sebagai Khalifah ar-Rasul (pengganti Rasul).

UMMUL MUKMININ

Setelah Khadijah wafat, Muhammad menikah lagi sepuluh kali. Kesebelas istri Nabi disebut Ummul Mukminin (ibu orang- orang beriman). Nabi menikahi para wanita tersebut karena beberapa alasan, antara lain untuk melindunginya dari tekanan kaum musyrik, membebaskannya dari status tawanan perang, mengangkat derajatnya, dan menciptakan perdamaian dengan suku dari wanita yang dinikahi oleh Nabi
.
NABI MUHAMMAD SAW.

570 Lahir di Mekah pada tanggal 12 Rabiulawal Tahun Gajah atau tanggal 20 April

595 Menikah dengan Khadijah binti Khuwailid

610 Menerima wahyu pertama

617 Tahun Duka Cita ('Am al-Huzn). Abi Talib dan Khadijah wafat

619 Berdakwah ke Ta'if

621 Isra Mikraj

622 Hijrah ke Madinah

624 Perang Badr

625 Perang Uhud

626 Perang Khandaq

628 Perjanjian Hudaibiyah

629 Menunaikan 'Umrah al-Qada'

630 Pembebasan kota Mekah oleh kaum muslim

631 Tahun Perutusan ('Am al-Bi'sah). Beberapa tokoh dan delegasi dari berbagai penjuru datang untuk menyatakan keislaman mereka Wahyu Terakhir dan Cerita Akhir hayat Nabi Muhammad saw

632 Haji Wada'. Nabi Muhammad wafat pada tanggal 12 Rabiulawal 11 H atau tanggal 8 Juni.

MUKJIZAT

Nabi Muhammad dikaruniai sekitar 50 mukjizat. Dari sekian banyak mukjizat itu, Al- Qur'an merupakan mukjizat Nabi yang paling besar pengaruhnya bagi Islam dan dijadikan pegangan hidup bagi setiap muslim. Tidak ada yang dapat menyamai isi Al- Qur'an hingga kini (Q.11:13). Mu'jizat-mu'jizat Nabi yang lain, misalnya: Nabi dapat mengetahui isi hati lawan, tubuhnya menebarkan bau harum, bumi patuh atas perintahnya, dan Nabi bisa mengeluarkan susu dari seekor kambing kurus.

kiranya sekian sekelumit kisah dari Nabi Muhammad SAW, walaupun masih banyak lagi yang belum diceritakan.

Namun sekiranya cukup untuk sedikit lebih mengenal beliau..

Wallahu A'lam Bishawab

wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Perjalanan Hidup Manusia


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Perjalanan Hidup Manusia



















Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Menurut Islam sebagaimana yang telah diterangkan dan dikemukakan didalam Al-quran dan Hadist dengan jelas dan tegas, bahwa setiap jiwa atau roh manusia itu akan mengalami perjalanan yang panjang di tempat/alam yang berbeda-beda, setiap alam pasti lebih besar dan lebih luas keadaannya dari pada alam yang telah ditempati sebelumnya.

Dalam Al-quran dan hadist telah di jelaskan bahwa perjalanan hidup manusia akan melalui beberapa alam; Alam Arwah, Alam Rahim, Alam Dunia, Alam Barzakh, dan Alam Akhirat.

Alam-alam tersebut akan di jelaskan di bawah ini;

1- Alam Roh (Arwah)

Perjalanan pertama yang akan di rasakan oleh manusia ialah Alam Roh. Alam roh(arwah) adalah alam sebelum roh manusia di tiup kedalam kandungan seorang ibu. Awal perjalanan manusia di mulai dari alam roh(arwah) ketika Allah mengumpulkan semua roh(arwah) yang akan diturunkan ke bumi.

Kejadian ini di ceritakan dalam ayat Al-quran, yaitu;

Artinya;

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):

"Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

(QS: Al-A'raf Ayat: 172)

2- Alam Rahim

Perjalan yang kedua ialah Alam Rahim (kandungan). Rahim artinya kasih sayang. Alam rahim adalah suatu alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba Nya. Waktu berada di alam rahim ini, sejak itulah terjalin kasih sayang yang disebut "Silaturahmi". Setelah melewati alam roh dan setelah membuat kesaksian tentang Allah maka manusia akan memasuki kehidupan dalam rahim (kandungan). Ketika manusia berada di alam rahim, jasad manusia di ciptakan dalam beberapa tahap;

Tahap pertama : nutfah yaitu dimulai setelah pembuahan atau minggu pertama. Itu dimulai setelah terjadinya pencampuran air mani dengan telur. Allah berfirman dalam Al-quran, yaitu:

Artinya:

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

(QS: Al-Insaan Ayat: 2)

* Tahap kedua : 'alaqah (segumpal darah yang melekat pada dinding rahim). Tahap pembentukan alaqah itu pada akhir pekan pertama / hari ketujuh. Pada hari ketujuh telor yang sudah dibuahi itu akan tertanam di dinding rahim (qarar makin).

* Tahap ketiga : mudghah (segumpal daging yang berwarna merah ke hitam-hitaman). pembentukan mudghah terjadi pada minggu keempat

* Tahap keempat : Izam dan Lahm, pada tahap ini adalah minggu ke lima, keenam, dan ketujuh. Yaitu pembentukan tulang-tulang, kemudian pembentukan otot-otot yang akan membungkus tulang-tulang itu.

* Tahap kelima : Nasy'ah Khalqan akhar, pada tahap ini yaitu pada minggu kedelapan, pembentukan menjadi janin, pada bulan ketiga janin telah terbentuk dengan sempurna.

Dalam tahap kedua sampai kelima telah di jelaskan oleh Allah dalam firmannya; yaitu:

Artinya:

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik"

(QS: Al-Mu'minuun Ayat: 14)

* Tahap keenam : Nafkhur-ruh yaitu tingkat peniupan roh. kemudian Allah menetapkan qadar kepada manusia di dalam rahim, qadar yang di tetapkan oleh Allah ada empat: umur, rezeki, bahagia, dan sengsara. Hal ini telah di jelaskan dalam sebuah hadist, yaitu:

Artinya:

“ Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Telah bersabda kepada kami Rasulullah SAW – Beliau adalah orang yang jujur dan terpercaya; “Sesungguhnya seorang diantara kamu (setiap kamu) benar-benar diproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud air mani; kemudian berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal darah; lantas berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal daging; kemudian malaikat dikirim kepadanya untuk meniupkan roh kedalamnya; lantas (sang janin) itu ditetapkan dalam 4 ketentuan : 1. Ditentukan (kadar) rizkinya, 2. Ditentukan batas umurnya, 3. Ditentukan amal perbuatannya, 4. Ditentukan apakah ia tergolomg orang celaka ataukah orang yang beruntung“

(HR Ahmad).

3- Alam Dunia

Setelah manusia berhasil melewati alam rahim, maka manusia telah memasuki tahap ketiga dari perjalanan hidupnya, yaitu; alam dunia.

Dalam dunia ini perjalanan manusia melalui proses yang panjang, mulai dari bayi yang hanya minum air susu ibu lalu tubuh menjadi anak-anak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. proses ini tidak berjalan sama antara satu dengan yang lainnya. tidak semua manusia dapat hidup sampai remaja, dewasa, atau tua, karena kematian bisa datang kapanpun dan di manapun, serta tidak memandang usia, ada sebagian manusia yang hidup hanya sampai bayi, dan sebagian lagi hanya sampai remaja. dan sebagian yang lain ada yang hidup sampai tua bahkan sampai pikun.

Di alam dunia ini manusia mendapatkan taklif (tugas) dari Allah, yaitu berupa ibadah. sedangkan alam dunia adalah tempat ujian bagi manusia. Di dunia manusia tidak di larang untuk menikmati kehidupan duniawi, hanya saja perlu dipahami, bahwa dunia ini tempat berbakti, tetapi penuh dengan berbagai tipu daya.

Allah berfirman;

artinya:

"Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."

QS: Al-A'raf Ayat: 32)

Ayat-ayat ini menerangkan dengan jelas bahwa perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh ummat manusia baik dari orang-orang yang beriman maupun orang-orang yang tak beriman, tapi di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja. oleh sebab itu dalam Al-quran Allah memberi peringatan dengan firmannya;

Artinya;

"Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir."

(QS: Al-An'am Ayat: 130)

Manusia hidup di dunia hanya sekali, dan tidak akan ada kesempatan hidup di dunia untuk yang kedua kalinya, maka manusia wajib mencari bekal untuk menuju ke alam yang selanjutnya. karena hanya di alam dunia ini yang menjadi penentu nasib manusia setelah alam dunia. yaitu dengan cara: beribadah kepada Allah, menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya

4- Alam Barzakh

Setelah manusia melewati alam dunia, maka manusia akan mengalami kematian, jika kematian telah datang maka putuslah semua hubungannya dengan kehidupan dunia. Setelah meninggal dunia manusia akan memasuki alam barzakh(kubur), di alam kubur manusia tinggal sendiri hanya amal baik dan buruk yang akan selalu menemaninya. Kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lembah dari lembah-lembah neraka.

Sedangkan Alam Kubur adalah alam tempat penantian untuk menanti hari kiamat, di alam kubur ini Allah menyediakan dua keadaan, nikmat atau azab kubur. Alam kubur ini merupakan awal alam akhirat,

Alam ini "ghoib". oleh karena itu tidak mungkin untuk di selidiki. satu-satunya informasi yang wajib di pegang adalah dalil Al-quran dan hadist;

sebagaimana Allah berfirman;

Artinya; "Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir´aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir´aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".

(QS: Al-Mu'min Ayat: 45-46)

Dan firman Allah:

Artinya:

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya."

(QS: Al-An'am Ayat: 93)

Ayat Al-quran di atas menjelaskan nasib manusia yang kafir kepada Allah dan manusia yang berada di jalan yang salah, maka akan di tampakkan kepadanya neraka yang panas pada waktu pagi dan sore, dan mereka akan mendapatkan siksaan yang sangat pedih.

Sedangkan manusia yang bertakwa kepada Allah,, melakukan perintahnya dan menjauhi larangannya,, ia akan mendapatkan nikmat kubur, dan akan di tampakkan kepadanya hawa surga,

Allah berfirman;

Artinya;

"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung."

(QS: Al-Baqarah Ayat: 3-5)

5- Alam Akhirat

Alam akhirat juga di sebut dengan alam baka, alam akhirat di dahului dengan terjadinya kiamat, di mana alam semesta menjadi rusak total. seluruh jagat raya ini akan hancur, entah seperti apa gambaran ketika semua ini terjadi.

Alam akhirat setelah terjadi kiamat menjadi 3, yaitu:

* Padang Mahsyar adalah tempat penghitungan amal (hisaban). pada peristiwa ini seluruh ummat manusia mulai dari Nabi adam as sampai manusia terakhir di kumpulkan dalam satu tempat, Allah berfirman;

Artinya:

ada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok".

(QS: An-Naba' Ayat: 17-18)

* Surga adalah tempat orang yang rajin beribadah kepada Allah, menjalankan segala perintahnya, maka mereka di selamatkan dan di masukkan ke dalam surga.

* Neraka adalah tempat bagi Orang-orang kafir, baik dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang musyrik yang tidak mau bertaubat,, maka mereka akan kekal di dalam neraka yang penuh dengan siksaan. dan bagi orang yang tidak patuh terhadap perintah Allah. dan yang selalu berbuat dosa, maka mereka akan di masukkan ke dalam neraka, mereka akan di siksa dan di bersihkan dari dosa-dosanya.

Wallahu'alam bissawab

wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Sabtu, 17 Mei 2014

Istilah Nama, Ikhwan, Akhwat, ukhti, Akhi dan Ana dan lain lain.

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>


<br />Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.<br />
<br />Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...<br />

<p><b>Istilah Nama, Ikhwan, Akhwat, ukhti, Akhi dan Ana dan lain lain.</b></p>



.
.
.
.
.


<br />Ikhwan: Saudara laki: laki (jamak)<br />

<br />Akhwat: Saudara perempuan (jamak)<br />

<br />Ukhti : panggilan untuk saudari perempuan<br />

<br />Akhi: panggilan untuk saudara laki:<br />



<br />Atau istilah lain akhi dan ukhti adalah orang yang kita hargai baik perempuan dan laki2<br />



<br />Antum : kamu (jamak)<br />

<br />Ikhwah fillah: saudara sekalian<br />

<br />Afwan: maaf<br />

<br />Tafaddhol: silahkan<br />

<br />Jazakumullahu khair: terimakasih banyak<br />

<br />anta : kamu, [lelaki]<br />

<br />antuma: kamu,dua orang [lelaki]<br />

<br />antum: kamu,ramai: ramai, [lelaki]<br />

<br />anti: kamu, [perempuan]<br />

<br />antuma: kamu,dua orang, [perempuan]<br />

<br />antukanna: kamu, ramai: ramai, [perempuan]<br />

<br />ana: saya<br />

<br />nahnu: kami<br />

<br />Keif Halaq: how are you<br />

<br />Zein: I’m fine<br />

<br />Ismi: My name is<br />

<br />Shukran: Thank you<br />

<br />Afwan: You’re welcome<br />

<br />Asf: maaf<br />

<br />Ahlan wa sahlan: selamat datang<br />

<br />Sabah al kheir: Selamat pagi<br />

<br />Nih aslinya adalah: Kaifa haluka (maskulin : tunggal)<br />

<br />Kaifa haluki(feminin : tunggal)<br />

<br />Kaifa halukuma(maskulin/feminin : dual)<br />

<br />Kaifa halukum(maskulin : plural)<br />

<br />Kaifa halukunna(feminin : plural)<br />

<br />Apa khabar anda hari ini : kaifa haluka ( ki kalau perempuan) al : yaum?<br />

<br />How is your pain? : kaifa bi maradhika<br />

<br />do u need any assistance : hal turid ayyu musa’adah minni?<br />



<br />Cuma dalam percakapan sehari2 demi kepraktisan biasanya digunakan sapaan seperti yg disebutkan Malef.<br />



<br />Zein : I’m fine<br />

<br />Ismi : My name is …<br />

<br />Shukran : Thank you<br />

<br />Afwan : You’re welcome<br />

<br />Afwan/al afuw secara harfiah dipakai untuk kata ‘maaf’, tapi juga dipakai untuk ‘you’re welcome’.<br />



<br />Asf : maaf<br />

<br />Ahlan wa sahlan : Selamat datang<br />

<br />Sabah al Kheir : Selamat pagi<br />

<br />Hada : ini (Masc/laki )<br />

<br />Hadihi : itu ( Fem/perempuan )<br />



<br />Haadza : Ini (m)<br />

<br />Haadzihi : Ini (f)<br />

<br />Dzalika : Itu (m)<br />

<br />Tilka : Itu (f)<br />



na`am : iya , oke ( klo Ammiyah Mesir : Aiwa )<br />



<br />Beit -> rumah<br />

<br />Matar -> airport<br />

<br />Madrasah -> sekolah<br />

<br />Laa atakalam arabiya -> I dont speak Arabic<br />

<br />kal Englisi? – > (lupa2 inget ini.. klo gak salah sih bener) Do you speak English?<br />

<br />chab -> shut up<br />

<br />mafi mushkila -> no problem<br />

<br />shway shway -> pelan2<br />

<br />taal -> come here<br />



<br />kullu : tiap2/setiap<br />

<br />nadsin : diri<br />

<br />daikotul : menjumpai<br />

<br />maut : kematian<br />

<br />Shukran katsiiran (terimakasih banyak)<br />

<br />na`am ana thalib fi gam`atil azhar … ( iyah aku mahasiswa di Al Azhar )<br />





<br />Mengenai kata maaf dalam bahasa Arab, memang sering kita mendengar kata ” Afwan”. Ini sudah benar, tetapi yang lebih tepat mungkin sebagaimana yang sering

saya dengar, dan sering dipakai dinegeri Arab ini adalah kata : ”<br />

<br />Mutaassif/mutaassifah “. (maafkan saya). atau istilah afwan bisa juga Asta’fika<br />



<br />Biasanya kata ” Afwan ” ini sering dipakai, kalau kita mau melewati seseorang,

seperti kata ” permisi ” (mau numpang ).<br />



<br />Kita akan mengatakan : ” afwan, lau samahta,”(maaf kalau anda bolehkan, saya

numpang lewat), atau ” ba’da idznika/ki/kum “( sesudah keizinan dari kamu, maaf

saya mau numpang mendahului/lewat dsbgnya), itu makna dari kata : “Afwan, lau

samahta, atau afwan ba’da idznika”.<br />



<br />Sementara kalau kita salah pada seseorang biasanya dengan mengatakan :

“Mutaassif/ah ” ana ghalthaana/ah”.(maafkan saya saya telah berbuat salah pada

kamu).<br />





<br />Ahamdulillah <puji Tuhan> ada juga yang memulai thread bahasa Arab. Di sini banyak yang fasih berbahasa Arab seperti Indoparis (Mesir) dan Maleficus dikit2 (Qatar).<br />



<br />Bahasa Arab adalah termasuk rumpun bahasa Semitic (dibagi manjadi Hebrew dan Arab), merupakan bahasa paling well : developed di dunia. Karena tidak saja membedakan masculin dan feminin untuk kata benda (seperti bhs Prancis), tapi juga menggolongkan secara jumlah (tunggal, dual, dan plural) sementara bahasa Inggris dan Prancis hanya punya tunggal dan plural.<br />



<br />Kata ganti orang pertama maskulin/feminin (sama)<br />

<br />1. Anaa : saya<br />

<br />2. Nahnu : kami<br />



<br />Kata ganti orang kedua dan ketiga maskulin (muzakkar)<br />

<br />1. Huwa : dia (tunggal)<br />

<br />2. Huma : dia (dual)<br />

<br />3. Hum : dia (plural)<br />

<br />4. Anta : anda (tunggal)<br />

<br />5. Antuma : anda (dual)<br />

<br />6. Antum : anda (plural)<br />



<br />Kata ganti orang kedua dan ketiga feminin (mu’annas)<br />

<br />1. Hiya : dia (tunggal)<br />

<br />2. Huma : dia (dual)<br />

<br />3. Hunna : dia (plural)<br />

<br />4. Anti : anda (tunggal)<br />

<br />5. Antuma : anda (dual)<br />

<br />6. Antunna : anda (plural)<br />





<br />Kata : kata bahasa Indonesia dari bahasa Arab:<br />



<br />1. Kursi <kursiyyu><br />

<br />2. Kitab <kitabu><br />

<br />3. Waktu <waqt><br />

<br />4. Saat <sa’at><br />

<br />5. Kuliah <kuliyyah><br />

<br />6. Kalimat <kalimah><br />

<br />7. Musyawarah <musyawarah><br />



<br />Nama hari<br />

<br />: Minggu <Ahad><br />

<br />: Senin <Itsnayn><br />

<br />: Selasa <Tsalasa><br />

<br />: Rabu <Arba’a><br />

<br />: Kamis <Khamis><br />

<br />: Jumat <Jumu’at><br />

<br />: Sabtu <Sabtu><br />



<br />hari : (youm) يوم<br />

<br />senin : (itsnain) اثنين<br />

<br />selasa : (tsulaatsaa) ثلاثاء<br />

<br />rabu : (arbi’aa) اربعاء<br />

<br />kamis : (khamiis) خميس<br />

<br />jum’at : (jumu’ah) جمعة<br />

<br />sabtu : (sabt) سبت<br />

<br />minggu : (ahad) احد<br />



<br />contoh penggunaan dengan menyambung kata “hari” :<br />

<br />kalau “youm” itu sebagai permulaan kalimat, harusnye dipakein “al” didepannye, kalo ga ..ga usah pake “al”<br />

<br />hari senin : (hari ini, hari selasa) اليوم, يوم الثلاثاء<br />



<br />susunan warna :<br />

<br />merah : (ahmar)ا حمر<br />

<br />hitam : (aswad) اسود<br />

<br />hijau : (akhdhor)اخضر<br />

<br />putih : (abyadh) ابيص<br />

<br />kuning : (ashfar) اصفر<br />

<br />biru : (azhraq) ازرق<br />





<br />marit : sakit<br />

<br />ana lagi marit bie.. : gue lagi sakit bro..<br />



<br />abi : ayah<br />

<br />umi : ibu<br />

<br />bet abi umi nte dimana? : rumah bapak ibu lo dimana?<br />



<br />kul : makan<br />

<br />nanti siang ana harman kul nsi kebuli : nanti siang gue mau makan nasi kebuli<br />



<br />haya : malu<br />

<br />nanti di bet harem ana jangan bikin haya nte! : nanti dirumah cewek gue jangan bikin malu lo!<br />

<br />Siapa namamu : Man Ismamuka : ismakmien (slank)<br />

<br />Dimana rumahmu : Fa aina sakinatuka : Feinsakien (slank)<br />

<br />hadamah : pembantu<br />

<br />hadamah nte hali juga bie : pembantu lo cantik juga bro<br />



<br />ana syuftak albi sallim : melihatmu hatiku bahagia<br />

<br />habibie ya nurul aini : kekasihku wahai cahaya mataku<br />

<br />kunta feen ya habibie : dimanakah kau (m) kekasih?<br />

<br />ellayali : ellayali : malam : malamku<br />

<br />both from lagu g sendiri<br />



<br />la murhansat : tak terlupakan : : >mustafa amr<br />



<br />kam : berapa<br />

<br />tsaman : harga<br />

<br />sa’ah : jam<br />

<br />al : an : sekarang (gue bedain antara AIn dengan ‘ dan hamzah dengan : kek sa’ah itu pake ain, al : an pake hamzah)<br />



<br />kam sa’ah al : an (bisa di baca: kam sa’atul’an) : jam berapa sekarang<br />

<br />kam tsaman hazihi ……… (titik itu barang)<br />

<br />ila ayna anta tazhab : mau pergi kemana. (ila : ke. ayna : mana, anta : kamu laki2, tazhab : pergi)<br />

<br />min ayyi daulah : dari negara mana (min : dari, ayyi itu asal kalimatnya ayna : mana, daulah : negara.)<br />

<br />maza ta : kul : sedang makan apa? (maza : apa, ta : kul dari kata akala artinya makan, karna sedang (present) masuk ta, juga ta itu berarti kamu.<br />

<br />ayna al : hammam (dimana letak wc) hehe letak disini dha ma’ruf jadi gak usah di include.. gak mesti pake ayna makan al : hammam<br />





<br />Setahu saya bahasa Arab terbagi 2 bagian :<br />

<br />1. Fush hah (bahasa resmi, standar di seluruh dunia).<br />

<br />ada yg bilang acuan bahasa fushah adalah al : qur’an.<br />



<br />2. ‘Amiah (bahasa slank ato daerah).<br />

<br />kalo yg ini bisa beda2 tiap suku maupun negara2 Arab.<br />





<br />contohnya :<br />

<br />Uang : Fulus : : > Fush hah<br />

<br />Duit : Nuqud : : >’amiah<br />



<br />contoh2 bahasa ‘amiah yg laen donk, soalnya gak ada di kamus2.

<br />kalo kosa kata fush hah gampang dicari di kamus.





<br />A : Assalamu’alaikum.<br />

<br />B : Wa’alaikum salam<br />

<br />A : Maadzaa taf’al al : aan? (Lagi ngapain?)<br />

<br />B : Aqro : u kitaab : al : Parasituulugii (Lagi baca buku Parsitologi nih..)<br />

<br />A : Ahaadza : l : imtihan bilghod? (emangnya ada ujian ya, besok?)<br />

<br />B : Aiwa. (Iya, neh)<br />

<br />A : Oh, katstsiri : l : mudzakaroh, deh… (oh, banyak : banyak ngulang deh)<br />

<br />B : Insya Allah. Ud’uu lii, ya (do’ain ye..)<br />

<br />A : Insya Allah, ad’uu lak.. la’allaka min : an : naajihiin… (saya doain kamu, semoga sukses deh..)<br />

<br />B : Syukron.<br />

<br />A : Afwan, arji’ awwalan ya. (saya pulang duluan ya..)<br />

<br />B : Tafadhol (silakan)<br />

<br />A : Ila : l : liqoo. (Sampai jumpa lagi)<br />

<br />B : Ila : l : liqoo. Ma’assalamah…(ati ati yee)<br />



<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<iframe width="420" height="345"
src="https://www.youtube.com/watch?v=6fblcoXnwss&list=PLlK0gGuioshA-vP6UCP_rPBPh8vIf2upo">
</iframe>

</body>
</html>


<br />wallahu alam bish sawab<br />

<br />wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...<br />

</body>
</html>

Rabu, 16 April 2014




Perbanyaklah Berharap dan Mengadu Hanya kepada Allah SWT ( CURHAT KEPADA ALLAH, jangan kepada manusia atau media informasi )

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kehidupan yang kita jalani penuh dengan rintangan dan kesulitan. Hampir semua manusia mengalaminya. Ada orang yang mengatakan hidup ini seperti sebuah roda. Kadang kita di atas namun kadang pula kita di bawah. Namun apa artinya ini semua bila kita tidak mengambil hikmah atas perputaran roda kehidupan ini. Teringat Hadits Rasulullah saw yang mengatakan
,:
#POINT

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka dialah orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini seperti hari kemarin, ia adalah orang yang rugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka dia adalah orang yang tertipu

Hadits di atas merupakan peringatan agar kita senantiasa mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup yang kita jalani sekarang ini. Sekaligus agar kita senantiasa bermuhasabah (introspeksi diri) akan apa-apa yang telah kita lakukan. Termasuk saat kita berbagi dengan sahabat atau anak muda sekarang menyebutnya "CURHAT". Apa Al-Islam tidak memberi tuntunan ? Kepada siapa kita boleh curhat, apa yang boleh kita ungkap dan apa yang tidak boleh. Mengapa ini perlu kita ketahui ? Tak lain agar kita selamat dunia akhirat. Mari kita renungkan bersama.

Ibadah yang diterima oleh Allah SWT adalah ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai petunjuk Rasulullah saw. Bukankah ada peribahasa yang menyatakan malu bertanya sesat di jalan. Mari kita tanyakan pada diri kita, apakah ibadah yang kita lakukan benar-benar telah kita lakukan dengan ikhlas dan sesuai petunjuk Rasulullah saw ? Contoh tentang Wudhu, apa tatacara wudhu yang kita lakukan telah sesuai dengan petunjuk dari Rasulullah saw atau kita hanya melihat dan mendengar dari seorang guru agama. Alhamdulillah bila yang kita lihat dan dengar itu sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. Bila tidak ?

Laa Tahzan, jangan bersedih dulu bila memang ibadah kita seperti tatacara wudhu tadi belum sesuai dengan petunjuk dan ketentuan dari Rasulullah saw. Ayo kita belajar dan bertanya kepada orang yang mengetahui ilmunya. Bila anda sibuk dan kurang mempunyai waktu untuk menghadiri kajian di majelis taklim, maka di internet saat ini banyak membuka kajian-kajian KeIslaman yang sifatnya terbuka dan online. Kita bisa bertanya dan membaca kajian-kajian yang telah ditulis. Kembali tentang curhat, memang curhat itu dapat mengurangi beban pikiran yang kita rasakan.

#POINT

Tapi tidak sedikit pengalaman yang terjadi, orang yang kita percaya ternyata memberitahukannya lagi kepada orang lain. Sehingga ini menimbulkan pembicaraan orang banyak. Dan kita dibuat malu jadinya. Atau teman tempat kita curhat tadi ilmu keagamaanya kurang, maka solusi yang diberikan untuk kita pun kurang bobot keagamaanya. Bukannya malah menyelesaikan masalah, mungkin akan menambah masalah baru.

Kalau kita perhatikan di masjid, umumnya orang melaksanakan shalat begitu cepatnya selesai, dibanding lamanya waktu membaca wirid atau doa. Padahal Rasulullah saw bersabda : "Shalat adalah mi’ rajnya orang beriman ". Alangkah agung makna sabda tersebut bagi kaum muslimin. Dalam setiap shalatnya, seorang muslim akan bercengkerama dengan Zat yang dicintainya. Sehingga tidaklah heran apabila banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw dan para sahabatnya selalu menanti-nantikan tibanya waktu pelaksanaan shalat.

#POINT

Ibadah shalat merupakan ajang bagi seorang muslim untuk secara langsung berkeluh kesah dan menyampaikan kerinduannya kepada Zat yang dicintainya. Setiap muslim yang hendak menunaikan shalat akan mempersiapkan betul keadaan dirinya dengan berhias sebaik mungkin. Sebabnya, pada saat itu dirinya akan berjumpa dengan kekasihnya, Allah SWT. Ibadah shalat juga merupakan sarana komunikasi antara manusia dengan Allah SWT. Bahkan, boleh dibilang sebagai sarana terbaik. Karena itulah, dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa shalat merupakan tonggak agama.

Mulai sekarang kita coba untuk mengurangi curhat kepada teman /sahabat dan media sosial . Kita perbanyak curhat hanya kepada Allah SWT. Mengadu dan berharaplah kepada Allah SWT. :Barangsiapa bergantung kepada makhluk, maka siap-siaplah untuk menerima kekecewaan

wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
AN NAS
Bismilahirahmanirahim
1) QUL 'A'UDZU BII ROBBINNAAS
2) MALIKIN NAAS
3) ILAAHINNAAS
4) MINg SYARRI WAS WASIL KHONNAAS
5) ALLADZI YUWASWISUFISHUDURINNAAS
6) MINAL JINNATI WANNAAS
AL FALAQ
Bismilahirahmanirahim
1) QUL 'AUDZU BIROBBIL FALAQ
2) MINg SYARRIMA KHOLAQ
3) WA MINg SYARRI GHOSIQIN IDZA WAQOB
4) WAMINg SYARRIN NAFFATSATI FIL UQOD
5) WAMINg SYARRI 'HASIDIN IDZA 'HASAD
AL IKHLAS
Bismilahirahmanirahim
1) QUL HUWALLAHU A'HAD
2) ALLOHU SHOMAD
3) LAM YALID WALAM YULAD
4) WALAM YAKULLAHU KUFUWAN A'HAD
AL LAHAB
Bismilahirahmanirahim
1) TABBAT YADZA ABI LAHABIWATAB
2) MA'AGHNA 'ANHU MALUHU WAMA KASAB
3) SA YASHLANARONg DZATA LAHAB
4) WAMRO ATUHU 'HAMMA LATAL 'HATHOB
5) FIJIDIHA 'HABLUM MIM MASAD
AN-NASR
Bismilahirahmanirahim
1) IDZA JA_ANASHRULLAHI WAALFAT'H
2) WARO AITANNASAYADKHULUNA FIDIINILLAHI AFWAJA
3) FASABBI'H BI'HAMDI ROBBIKA WA ASTAGHFIRH. INNAHU KANATAWWABA.
AL KAFIRUN
Bismilahirahmanirahim
1) QUL YA AYYUHAL KAFIRUN
2) LA'AKBUDZU MATA'BUDUN
3) WALA ANgTUM 'ABIDUNA MA 'ABUD
4) WALA ANA 'ABIDUMMA'ABATTUM 5) WALA ANgTUM 'ABIDUNA MA 'ABUD
6) LAKUM DINUKUM WALIYADIN
AL KAUTSAR
Bismilahirahmanirahim
1) INNA 'A' THOINA KAL KAUTSAR
2) FA SHOLI LIROBBIKA WAN 'HAR
3) INNA TSANI'AKA HUWAL AB'TAR
AL MAUN
Bismilahirahmanirahim
1) ARO_AITAL LADZI YUKADZ-DZIBU DID-DIN
2) FADZALIKAL LADZI YADU'UL YATIYM
3) WALAYA'HUDH- DHU_ALA THO'AMIL MISKIN
4) FA WAILUL LIL MURSHOLLIN
5) AL LADZINA HUM'AN SHOLATIHIM SAHUN
6) AL LADZINA HUM YURO'UNA
7) WA YAMNA'UNAL MA'UN
AL QURAISY
Bismilahirahmanirahim
1) LI ILLA IFI QURAISYIN
2) ILLA FIHIM RIHLATASY SYITA I WASH SHOIF
3) FAL YA'BUDU ROBBA HADZAL BAIT
4) ALLADZI AT'AMAHUM MIN JU'IW WA AMANAHUM MIN KHOUF
AL FIL
Bismilahirahmanirahim
1) ALAM TARO KAIFA FA'ALA ROBBUKA BI'ASH 'HABIL FIL
2) ALAM YAJ'AL KAIDAHUM FI TADH'LIL
3) WA ARSALA 'ALAIHIM THOIRON ABABIL
4) TARMIHIM BI'HIJARATIM MINg SIJJIL
5) FA JA'ALAHUM KA'AS FIM MA'KUL

Selasa, 15 April 2014

  NAMA-NAMA ISLAMI

    DAN

    NAMA-NAMA YANG DILARANG

 
  

 Bismillaahir Rahmaanir Rahiim.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...





~NAMA-NAMA ISLAMI~

.

.

.

.

Contoh-contoh nama islami :


Abdul Alim = Hamba Allah Yang Mengetahui
Abdul Azim = Hamba Allah Yang Agung
Abdul Aziz = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Bari = Hamba Allah Yg Banyak Kebaikan
Abdul Basit = Hamba Allah Yg Melimpah Nikmat
Abdul Baqi = Hamba Allah Yang Kekal
Abdul Dayyan = Hamba Allah Yang Membalas
Abdul Jabbar = Hamba Allah Yang Tegas
Abdul Jalil = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Jawad = Hamba Allah Yang Pemurah
Abdul Fattah = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghafur = Hamba Allah Yang Membuka
Abdul Ghani = Hamba Allah Yang Pengampun
Abdul Hadi = Hamba Allah Yang Kaya
Abdul Hafiz = Hamba Allah Yang Memelihara
Abdul Haiy = Hamba Allah Yang Hidup
Abdul Hak = Hamba Allah Yang Sebenar
Abdul Hakam = Hamba Allah Yang Menghukum
Abdul Hakim = Hamba Allah Yang Bijaksana
Abdul Halim = Hamba Allah Yang Lemah Lembut
Abdul Hamid = Hamba Allah Yang Terpuji
Abdul Hanan = Hamba Allah Yang Penyayang
Abdul Ilah = Hamba Allah / hamba Tuhan
Abdul Karim = Hamba Allah Yang Pemurah
Abdul Khaliq = Hamba Allah Yang Mencipta
Abdullah = Hamba Allah
Abdul Latif = Hamba Allah Yang Lemah Lembut
Abdul Majid = Hamba Allah Yang Mulia
Abdul Mannan = Hamba Allah Yang Memberi Nikmat
Abdul Muhaimin = Hamba Allah Yang Berkuasa
Abdul Mu’ati = Hamba Allah Yang Memberi
Abdul Mun’im = Hamba Allah Yang Memberi Nikmat
Abdul Nasir = Hamba Allah Yang Menolong
Abdul Qadir = Hamba Allah Yang Berkuasa
Abdul Qahar = Hamba Allah Yang Perkasa
Abdul Qayyum = Hamba Allah Yang Berkuasa
Abdul Rauf = Hamba Allah Yang Pengasih
Abdul Rahman = Hamba Allah Yang Pemurah
Abdul Rahim = Hamba Allah Yang Penyayang
Abdul Rasyid = Hamba Allah Yang Bijaksana
Abdul Razak = Hamba Allah Yang Memberi Rezeki
Abdul Syakur = Hamba Allah Yang Bersyukur
Abdul Samad = Hamba Allah Yg Menjadi Tumpuan
Balyan = Nama auliya
Bahran = Bercahaya
Baqir = Sangat pandai, terpelajar
Basim = Gembira, tersenyum
Basit = Pereka, pembuat
Bahjat = Kegemilangan
Badar = Bulan penuh
Bassam = Suka tersenyum
Badiuzzaman = Keindahan semasa
Bazil = Yang pandai
Badrulmunir = Bulan bercahaya
Badran = Bulan penuh (purnama)
Badri = Bulan purnamaku
Basyirun = Yang melihat
Badrun = Bulan purnama
Badruddin = Bulan purnama agama
Baghawi = Nisbah
Bahauddin = Sinaran agama
Bahadur = Berani, kuat
Bahij = Yang indah menawan
Bahjan = Cemerlang
Bahri = Kegemilanganku
Bahruddin = Sinaran agama
Bayiyuddin = Sinaran agama
Bahzi = Pembelaku
Bais = Tentera
Bakri = Kemudaanku
Bakhit = Yang bertuah
Bakhtiar = Yang bahagia
Banin = Yang bijak, gigih
Barra = Yang bersih
Barzun = Utama, berani
Baslan = Keberanian
Basil = Berani
Basir = Bijak, melihat
Basyar = Pembawa berita baik
Basyir = Penyampai berita gembira
Bahlawan = Pendaki gunung
Basri = Penglihatanku
Basirun = Yang melihat
Bazli = Kebijaksanaanku, kepakaranku
Bazilin = Yang menyumbang
Bunyamin = Nama saudara nabi yusuf
Bilal = Nama saabat nabi, titisan embun
Biruni = Nama ulama besar
Bisyari = Kegembiraan
Bisyrun = Berita gembira
Burhan = Alasan, bukti
Burhanuddin = Bukti agama
Busairi = Nisbah
Busrain = Kesegaran
Bustani = Tamanku
Buraidah = Kesejukan
Busran = Khabar gembira
Daim = Kekal abadi
Daisam = Lemah lembut
Dailami = Askarku
Danial = Nama nabi
Daiyan = Hakim, pembalas
Danish = Pengetahuan, bijak
Darwisy = Warak
Dasuki = Keindahanku, cahayaku
Dawani = Nisbah
Daud = Nama nabi
Din = Agama, kepercayaan
Dini = Agamaku
Dhia = Sinaran
Dhiyauddin = Sinaran agama
Dhiyaulhaq = Sinaran kebenaran
Dhiaurrahman = Sinaran yang pengasih (Allah)
Dhomrah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Dhabit = Yang kuat ingatan
Dhamiri = Jiwaku
Dubies = Nama pahlawan arab
Durrani = PermatakuFadlan = Keutamaan
Fadil = Yang mulia
Fadli = Kelebihanku, ihsanku
Fadlin = Keutamaan
Fadil = Yang utama
Fadal = Keutamaan
Fadlullah = Kelebihan Allah
Fahad = Harimau bintang
Fahim = Yang faham
Fahmi = Kefahamanku
Fahman = Kefahaman
Faid = Yang tetap, yang berhasil
Faiq = Tertinggi, utama
Faqih = Yang mengerti
Faisal = Penyelesaian
Faiz = Berjaya
Fajar = Cahaya putih
Fakhri = Kemegahanku
Fakhruddin = Kebanggaan agama
Falah = Kejayaan
Fakhrullah = Kemegahan Allah
Farhan = Girang, gembira
Farhat = Kegembiraan
Farid = Istimewa, permata, tiada bandingan
Fariduddin = Permata agama, keistimewaan
Fannani = Seniman
Faris = Yang alim, ahli penunggang kuda
Faruq = Pembeza antara benar dan salah
Fathi = Pembukaanku, kemenanganku
Farhun = Kegembiraan
Fathuddin = Pembukaan, kejayaan agama
Fathul Islam = Pembuka, kejayaan Islam
Fathullah = Pembukaan, Kejayaan Allah
Fatih = Pembuka, perintis
Fathurrahman = Pembukaan, Kjayaan A yg pengasih
Fattah = Penakluk
Fasahat = Fasih, lancar
Fasih = Yang fasih
Fauzi = Kejayaanku
Fauzan = Kejayaan
Fawwaz = Berjaya
Fayyadh = Murah hati
Fidai = Pengorbanan
Fikri = Fikiranku
Firas = Kecerdikan, celik akal
Firdaus = Nama syurga
Fitri = Semulajadi
Fuad = Hati, jiwa
Fuadi = Jiwaku
Furqan = Bukti, kenyataan
Fudail = Kelebihanku, kemuliaan
Ghadi = Singa
Ghaffar = Sedia mengampuni, lembut hati
Ghaffur = Pengampun
Ghali = Mahal
Ghalib = Yang menang
Ghanim = Yang mencapai kejayaan
Ghanimi = Kejayaanku
Ghani = Kaya, mewah
Ghassan = Kecantikan dan kelembutan remaja
Ghaisan = Rupawan
Ghaisani = Cantik dan muda
Ghaus = Pertolongan
Ghazali = Pelandukku
Ghazlan = Tenunan
Ghazi = Pejuang
Ghailan = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Ghufran = Keampunan
Ghulwani = Keremajaan dan kecergasan
Ghulan = Remaja
Habbab = Yang mengasihi
Habib = Kekasih
Habri = Kegembiraanku
Hadi = Yang memimpin
Hadwan = Ketenangan
Hadrami = Nisbah
Hadari = Maju, bertamadun, penduduk bandar
Haddad = Lautan
Hadif = Yang mempunyai matlamat
Hfiy = Yang memuliakan
Hafiz = Penjaga, pelindung
Hafuza = Pemberi semangat
Hafizuddin = Pemelihara agama
Hail = Yang disegani
Hajib = Pendinding
Hajim = Pelindung
Hajid = Yang solat malam
Hakam = Pengadil
Hakim = Bijaksana
Hakmani = Pengadil
Hajaj = Pelawat
Hamad = Terpuji
Hamas = Berani
Hamdan = Terpuji
Hamdawi = Yang memuji
Hamdi = Pujianku
Hamdun = Terpuji
Hamid = Yang memuji
Hamud = Yang banyak memuji
Hamiduddin = Pujian agama
Haiman = Menguasai
Hamim = Teman karib
Hamimi = Teman karibku
Hamlan = Berdiri sendiri
Hamiz = Cerdik, kuat, tampan
Hamsyari = Anak jati watan
Hamizan = Cerdik, kuat, tampan
Hammani = Pemberi semangat
Hamzah = Kebijaksanaan
Hamzi = Ketegasanku
Hanafi = Kelurusanku
Hanania = Dikasihi Allah
Haitham = Yang mudah
Hanif = Yang lurus
Hanin = Kesayangan
Hanis = Berani, warak
Hanun = Kesayangan
Haidar = Berani, singa
Haikal = Pokok yang besar dan subur
Haimadi = Pujian agama
Haiman = Yang cinta, asyik
Hariri = Suteraku, nisbah
Harraz = Yang amat warak
Haris = Pengawal, pelindung
Harith = Kuat, berusaha
Hariz = Pemelihara
Harzan = Penjagaan
Harun = Nama nabi
Hasan = Lawa, segak
Hassan = Sangat baik
Hasbi = Yang memadai bagiku
Hasbullah = Jaminan Allah
Hasib = Berketurunan mulia
Hasnawi = Kecantikan
Hasif = Kemas, rapi
Hasnun = Yang baik
Hasyiem = Yang bermaruah
Hasyim = Pemurah, yang suka menjamu orang
Hasnain = Dua kebaikan
Hatadi = Keaslianku
Hatim = Pemutus, penentu
Hawwari = Penolong, bersih
Haiyan = Yang hidup
Hawwas = Yang bersemangat
Haziq = Cerdik, pandai
Hazim = Tegas, cermat, bijak
Hazmi = Ketegasanku
Ibad = Yang rajin beribadah
Ibrahim = Nama nabi
Ibhar = (Lihat Bahar)
Ibtisam = Senyuman
Idlan = Keadilan
Idris = Nama nabi
Idrus = Singa
Iffat = Kehormatan diri
Idraki = Pengetahuanku, kefahamanku
Iftiqar = Keperluan
Ihsan = Kebaikan
Iftikhar = Kehormatan
Ihtisyam = Kehebatan
Ijlal = Penghormatan
Ikhwan = Persaudaraan
Ikhlas = Memuliakan
Ikram = Menghormati
Iktidal = Keadilan
Ikhtiari = Pilihanku
Iktisham = Tenaga
Ikhtiaruddin = Pilihan agama
Iktimad = Berserah
Ilyas = Nama nabi
Ilyasa = Nama nabi
Iliya = Nama nabi
Ilham = Ilham
Imadi = Sokonganku
Imaduddin = Tiang agama
Iman = Iman
Imdad = Tolong, bantu, sokong
Imtiyaz = Pilihan
Imran = Budi bahasa
Inayat = Pertolongan
Insaf = Kesedaran
Intisar = Kemenangan
Inas = Kelembutan
Iqtidar = Kekuatan, tenaga
Iqbal = Kejayaan
Irfan = Kebijaksanaan, kesyukuran
Irsyad = Nasihat, panduan
Irsyaduddin = Panduan agama
Is’ad = Beroleh taufiq
Ishak = Nama nabi
Iskandar = Nama seorang raja
Isma = Pemelihara
Isyhad = Penyaksian
Islam = Kesejahteraan
Islah = Pembetulan
Ismail = Nama nabi
Ismat = Ketulinan, kesucian
Isa = Nabi nabi
Israr = Persendirian
Israr = Persendirian
Isyraq = Memberi sinar
Istafa = Pilih, suka
Isyraf = Pengganti
Iwadh = Pengganti
Ithar = Mengasihi orang lain
Iyad = Sokongan, kekuatan
Izdiyad = Pertambahan
Izdihar = Perkembangan, kemajuan
Jaafar = Anak sungai
Jaballah = Hadiah Allah
Jabir = Yang melegakan
Jabil = Yang kreatif
Jabrullah = Pertolongan Allah
Jabran = Pengganti, pembetul
Jabri = Pertolongnaku
Jadid = Yang baru
Jadir = Pemurah
Jadulhaq = Jalan kebenaran
Jaffan = Yang terkawal
Jafni = Kawalanku dari kejahatan
Jafin = Yang mengawal
Jahid = Yang berusaha
Jahdi = Kemampuan
Jahran = Yang tangkas
Jalal = Kemulian, keagungan
Jali = Yang nyata
Jalaluddin = Kemulian agama
Jalil = Yang mulia
Jalud = Kuat dan sabar
Jamal = Kecantikan
Jamali = Kecantikanku
Jamaluddin = Keindahan agama
Jamalullail = Keindahan malam
Jam’an = Kesatuan
Jamil = Yang tampan
Jarir = Tempat bertumpu
Jaris = Kurnian Allah
Jamri = Perhimpunanku
Jamsyir = Kecantikan
Jauhar = Permata
Jauhari = Permataku
Jauni = Keputihan, siang
Jauzan = Pertengahan
Jawad = Murah hati
Jawahir = Permata
Jazali = Kegembiraanku
Jazil = Besar, banyak
Jazim = Mempastikan
Jazli = Fasih
Jazman = Tekad bulat
Jazmi = Tekad yang kukuh
Jazlan = Gembira, riang
Jazman = Tekad yang kukuh
Jazuli = Nisbah
Jihadi = Perjuangan
Jilani = Penyiaranku
Jiwari = Jaminanku
Jiratullah = Bantuan Allah
Jubair = Pertolongan
Juani = Sinaranku
Jufri = Keluasan, di tengah
Juhlan = Yang termulia
Juman = Mutiara
Jumani = Mutiaraku
Junaid = Tentera
Junaidi = Tenteraku
Junaidun = Tentera
Juwaidi = Keelokanku
Kaab = Kemuliaan
Kabir = Agung, besar
Kailani = Nisbah
Kafil = Penjamin
Kalim = Pemidato
kamal = Kesempurnaan
kamaluddin = Kesempurnaan agama
Kamaruzzaman = Bulan masa
Kamaruddin = Bulan agama
Kamarul Arifin = Bulan orang arif
Kamil = Sempurna
Karami = Kemuliaanku
Karim = Yang mulia
Karman = Kemuliaan
Kasir = Melimpah, banyak
Katib = Juru tulis
Kazim = Penyabar
Khair = Kebaikan
Khaizuran = Ketua, pemimpin
Khairuddin = Kebaikan agama
Khan = Ketua, pemimpin
Khadim = Sukarelawan
Khalifah = Pengganti, wakil
Khalid (Abd) = Yang kekal
Khaldun = Kekal
Khalis = Suci, ikhlas
Kariman = Haji dan jihad
Khattab = Pengkhutbah
Khatib = Petah berpidato
Khayam = Pembuat khemah
Khazin = Bendahari
Khazindar = Penjaga kekayaan
Khilfi = Pengganti
Khidir = Nama nabi
Khumaini = Pandangan yang jauh
Khuwailid = kekal
Khuararizmi = Nisbah
Khudari = Nisbah
Khabir = Pakar, berpengalaman
Khursyid = Matahari
Khairan = Kebaikan
Khairin = Kebaikan
Khairani = Kebaikanku
Khairul Anwar = Cahaya yang baik
Khairuddin = Sebaik-baik agama
Khairul Anam = Sebaik-baik manusia
Khairun Nas = Sebaik-baik manusia
Khairul Zaman = Sebaik-baik masa
Khairul Amirin = Sebaik-baik pembina
Khairul Harisin = Sebaik-baik pengawal
Khairul Ikhwan = Persaudaraan yang baik
Khalas = Yang selamat
Khallad = Yang kekal
Khalil = Sahabat
Khuwailid = Yang kekal
Khalili = Sahabat
Kiram = Mulia
Kiraman = Mulian
Labib = Cerdik, munasabah
Labid = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Lamani = Kegemilanganku
Lamin = Kepercayaan
Latif = Lembut, bersopan
Lazim = Tetap
Lazman = Tetap
Lais = Berani
Lujaini = Keputihan, perak
Liaqat = Kebolehan, keupayaan
Liwaun Nasari = Panji kemenangan
Liwauddin = Panji agama
Lutfi = Kehalusanku
Lizam = Yang mendiami
Lubaid = Yang kaya
Lukman = Nama nabi, bijaksana
Lubawi = Yang pintar
Lut = Nama nabi
Luzman = Tetap
Lutfan = Lemah lembut
Lutfilah = Taufik Allah
Lutfir Rahman = Pertolongan Allah
Lutfil Hadi = Taufik Allah Yang Hadi
Maamar = Kemakmuran
Maarif = Kecantikan, pengetahuan
Mabruk = Yang diberkati
Maasyir = Pandai bergaul
Mabrur = Membuat kebajikan
Majad = Kemuliaan
Makmun = Beramanah
Mahasin = Kebaikan
Majid = Dihormati
Majdi = Kemulianku
Mahamid = Pujian, terpuji
Mahdi = Yang mendapat hidayah
Mahbub = Yang dikasihi
Mahadhir = Menulis kebaikan
Mahfuz = Terpelihara
Madani = Kemajuan
Makhluf = Maju ke hadapan
Mahmud = Terpuji
Makhlad = Yang kekal
Mahzuz = Bernasib baik
Maisur = Yang senang
Makarim = Kemulian
Mahran = Kebijaksanaan
Malazi = Tempat perlindungan
Mamduh = Terpuji
Mahir = Pakar
Manaf = Ketinggian, kenaikan
Manan = Pemurah
Mansur = Pemenang
Manzur = Yang boleh diterima, dipersetujui
Maqbul = Diterima, dipersetujui
Marjan = Batu karang
Nabil = Yang cerdik, mulia
Nabhan = Perwira, berwaspada
Nabihan = Mulia, masyhur
Nadir = Berseri-seri
Nadim = Rakan, sahabat
Nafis = Bernilai
Nahdan = Kebangkitan
Nahar = Keluasan sungai
Nahlan = Berbisa
Naif = Tinggi
Najwan = kemenangan
Naim = Kesenangan
Najmuddin = Bintang agama
Najah = Kemenangan
Najib = Keturunan yang mulia
Najih = Yang menang
Najid = Gagah, berani
Najdat = Berani
Najmi = Bintangku
Nafiz = Yang melaksanakan
Nafi’ = Yang berguna
Najmussabah = Bintang subuh
Naqib = Yang menjamin
Naqiuddin = Kebersihan agama
Nasab = Keturunan mulia
Nasih = Pemberi nasihat
Nasim = Angin sepoi-sepoi bahasa
Nasr = Pertolongan
Nasir = Pertolongan
Nasran = Pertolongan
Nasiruddin = Pembela agama
Nasri = Pertolonganku
Nasrat = Kemenangan
Nasruddin = Pertolongan Allah
Nasrullah = Pertolongan Allah
Nasrul Haq = Pertolongan kebenaran
Nasif = Yang insaf
Nasyat = Kecergasan
Naufal = Dermawan
Nawaf = Tinggi
Nawi = Ketua
Nawab = Pemimpin, pemerintah
Nazhan = Jauh dari yang dieji
Nazim = Penyajak
Nazmi = Bintangku, keindahanku
Nazri = Pandanku
Nazran = Persembahan untuk Allah
Nazir = Bandingan
Nazih = Yang bersih
Nikmat = Rahmat
Nidal = Perjuangan, menang
Nizam = Peraturan
Nizar = Yang memerintah
Niamuddin = Peraturan agama
Niyaz = Doa, harapan
Nuh = Nama nabi
Nu’man = Kebaikan
Nuaim = Nikmat
Nufail = Pemberian, hadiah
Rafaat = Sangat lembut, cinta
Rabbani = Arif dan soleh
Rabah = Usaha, keuntungan
Rabiti = Yang zahid
Ra idi = Pelopor
Radi = Yang redha
Rafi = Yang meninggikan
Rafidan = Sungai Dajlah dan Furat
Rafid = Pembantu, pemberi
Rafie = Tinggi dan mulia
Rafiq = Pendamping
Rafiqi = Pendampingku
Rafiqin = Pendamping
Rafiuddin = Pendukung agama
Raghib = Yang menyukai
Rahimi = Kesayangaku
Rahmani = Kesayanganku
Rahmuni = Yang penyayang
Rahmat = Rahmat, belas kasihan
Raid = Perintis, ketua
Raimi = Keutamaanku
Raif = Pengasih
Rais = Ketua
Raiyan = Yang puas
Rajab = Bulan Rejab
Rajauddin = Harapan agama
Rajaie = Harapanku
Rakin = Dihormati
Ramadhan = Bulan Ramadhan
Ramli = Penelitianku
Raihan = Wangi, harum
Ramzi = Lambangku
Rasin = Yang mantap
Rasmi = Yang rasmi, lukisanku
Rasuli = Wakilku, utusanku
Rasyad = Memperolehi petunjuk
Rasydan = Mendapat petunjuk
Rasyid = Petunjuk, cerdas
Rauf = Pengasuh
Rawi = Tubuh serta akal yang sihat
Raqib = Penjaga, pengawal
Rawiyani = Keindahanku
Razi = Nisbah
Razin = Yang berakhlak
Raziq (Abd) = Hamba yang murah rezeki
Riyad = Taman
Rida = Keredhaan
Ridauddin = Keredhaan agama
Ridwan = Keredhaan
Riffat = Pangkat yang tinggi
Rifai = Yang tinggi dan mulia
Rif’at = Ketinggian
Rifqi = Lemah lembut
Ruknuddin = Sendi agama
Riman = Kijang
Ruslan = Wakil, penyampai
Rusli = Wakilku
Rustam = Berani, kuat
Rusydi = Kecerdikanku
Rusyaidi = Yang cerdik
Rusydan = Petunjuk
Rusyduddin = Kelurusan agama
Ruwaidi = Angin sepoi-sepoi
Ruzain = Tempat ketenteramanku
Saadan = Kebahagian
Saad = Bahagia
Saaduddin = Agama yang membahagiakan
Saadi = Kebahagianku
Sa’dun = Kebahagian
Sabahi = Ketua pejuang
Sabiq = Yang mendahului
Sabil = Jalan
Sabit = Yang baik, pemurah
Sabir = Yang sabar
Sabqi = Keutamaanku
Sabran = Kesabaran
Sabri = Kesabaranku
Sadad = Kejujuranku
Sadat = Pimpinan
Sadiq = Yang benar
Sadruddin = Pemimpin agama
Safaraz = Dihormati
Safiy = Yang bersih dan jujur
Safiuddin = Kesucian agama
Safir = Wakil, duta besar
Safwan = Bersih, ikhlas
Saghir = Yang mengikut
Sahil = Mudah, senang
Sahlan = Mudah, senang
Sahnon = Kehalusan
Sahli = Kemudahanku
Sajid = Orang yang sujud
Said = Yang bahagia
Saidun = Yang berbahagia
Saifuddin = Pedang agama
Saiful Islam = Pedang Islam
Saifullah = Pedang Allah
Sakhawi = Kemurahan hati
Salahuddin = Kebaikan agama
Salam = Kesejahteraan
Samran = Pertolongan
Sama’an = Yang patuh
Salamat = Kesejahteraan
Soleh = Yang baik
Solihin = Yang baik
Solihan = Yang baik
Salim = Selamat, terkawal
Saliman = Kesejahteraan
Salman = Selamat, terkawal
Sarhan = Kemudahan
Samad = Serba baik
Samih = Pemaaf, pemurah
Samir = Penghibur
Sattar = Menutup cela, aib
Subhi = Subuh
Sufyan = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Suhaib = Kemerah-merahan
Suhail = Senang, mudah
Tabari = Nama ulama
Tabrani = Nama ulama
Taha = Nama nabi
Tahir = Yang bersih dan murni
Tahsin = Menghiasi
Tahfiz = Usaha menghafaz
Taib = Yang baik
Tajuddin = Mahkota agama
Tadwin = Pencatatan
Tafhim = Usaha memahami
Tahzir = Usaha memberi peringatan
Tajuzzaman = Mahkota masa
Taisir = Memudahkan
Tal’at = Ketinggian
Talal = Keindahan
Talhah = Nama sahabat nabi Muhammad
Talib = Penuntut
Tal’ah = Tampil, maju
Tamam = Kesempurnaan
Tamim = Kejadian sempurna
Tamrin = latihan, pembiasaan
Tamamul Qamar = Bulan purnama
Taqiuddin = Bertaqwa untuk agama
Tariq = Bintang subuh
Tarif = Istimewa
Taqris = Berperisa
Tqsnif = Mengarang
Tasnim = Air terjun dalam syurga
Taufiq = Pertolongan, petunjuk
Taufiqillah = Petunjuk Allah
Tauqan = Kemampuan hati
Tawadu = Merendah hati
Tijani = Mahkota
Thabit = Yang tabah
Thamir = Berjaya, berbuah
Tharwan = kekayaan
Thamin = Yang tinggi nilainya
Thaqif = Bijak dan cepat faham
Thauri = Revolusi
Tharwat = kekayaan
Thubat = Pahlawan
Tufail = Pengantara, gaya yang menarik
Ubbad = Banyak ibadat
Ubaid = Hamba, sahabat nabi Muhammad
Ubaidan = Penyembahan
Ubaidullah = Hamba Allah
Ubadah = Sahabat nabi Muhammad SAW
Ukasyah = Shbt nabi SAW, labah-labah
Ukail = Pintar, pandai
Umair = Maju
Umar = Yang memakmurkan
Ulwan = Ketinggian, jelas
Urwah = Singa
Umaiyah = Sahabat nabi Muhammad SAW
Usaimin = Dari Uthman
Usaid = Berani, singa
Usyair = Kawan, suami
Uthman = Rajin dan gigih
Utbah = Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Umran = Kemakmuran
Utaibah Persimpangan lembah
Uwais Pemberian
Uzair Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Uzzam = Singa
Waazin = Pengajaran
Wa’adi = Janjiku
Wabil = Pemurah
Wadud = Penyayang
Wadihan = Cantik, lawa
Wadi = Aman, tenteram
Wafid = Tamu
Wafiy = Setia, jujur
Wafiuddin = Setia pada agama
Wafri = Kekayaanku, keluasanku
Wafiq = Berjaya
Wahib = Pemberi
Wahab = Pemberian
Wahid = Tunggal
Wahiduddin = Terulung pada agamanya
Wahiduz Zaman = Terulung pada zamannya
Wahnan = Mudah, senang
Wail = Perteduhan, perlindungan
Waiz = Penasihat, mubaligh
Wajdi = Kesayanganku
Wajihuddin = Yang terkemuka dalam agama
Wali = Kekasih, pelindung
Walid = Kelahiran, yang dilahirkan
Waliuddin = Pembela dan pemelihara agama
Waqar = Ketenangan dan sopan santun
Waqur = Ketenangan dan kesopanan
Waqqas = Nama sahabat nabi SAW
Waqiuddin = Pemelihara agama
Wardi = Bunga mawarku
Warid = Berani
Waris = Pewaris
Wasim = Segak, kacak
Wasil = Penghubung silatur rahim
Wazif = Yang tekun, gigih
Wathiq = Yang berkeyakinan
Wazien = Pendapat yang kukuh
Wazni = Yang menimbang secara adil
Waldan = Anak baik
Wazir = Menteri, yang berkuasa
Widad = Cinta, cita-cita
Wijdan = Sanubari, hati
Wisam = Petanda
Yaala = Kemuliaan, tinggi
Yaaqub = Nama nabi
Yaarub = Mahir bahasa arab
Yafiq = Mulia, dihormati
Yahya = Nama nabi, yang hidup
Yamin = Yang berkat
Yakut = Permata
Yaslam = Yang selamat, berserah
Yatim = sgt berharga, tiada banding
Yasir = Yang senang
Yassaar = Kekayaan, kemewahan
Yaqzan = Yang berwaspada
Yaqin = Penuh keyakinan
Yasin = Nama nabi
Yawar = Pengawal peribadi
Yazdan = Belas kasihan
Yazid = Berkat
Yunan = Nama ulama
Yunus = Nama nabi
Yusuf = Nama nabi
Yusri = Kesenanganku
Zaalan = Rajin, giat
Zaafarani = Harum, wangi
Zabdan = Pemberian
Zabad = Keharuman kasturi
Zabadi = Keharumanku
Zabidi = Yang memberi
Zabir = Pintar, kuat
Zabran = Kuat, mampu
Zahab = Emas
Zahabi = Keemasan
Zahar = Sangat bergemerlapan
Zahid = Menjauhkan diri dari kemewahan
Zahidi = Menjauhkan diri dari kemewahan
Zahi = Yang cantik, berseri
Zahir = Yang cantik, berseri
Zahiruddin = Pembela agama
Zahirul Haq = Pendukung Hak
Zahil = Yang tenang
Zahin = Yang cerdik
Zahwan = Sedap dipandang
Zafar = Kemenangan/kejayaan
Zafir = Yang berjasa
Zafran = Kejayaan
Zafri = Kemenanganku
Zahran = Yang cantik, berseri
Zaid = Pertambahan, kelebihan
Zaidan = Pertambahan, kelebihan
Zaidun = Pertambahan, kelebihan
Zaidi = Pertambahanku, kelebihanku
Zaiyani = Hiasanku
Zaim = Pemimpin
Zain = Perhiasan
Zaini = Perhiasanku
Zakaria = Nama nabi
Zaki = Yang cerdik, yang harum, yang suci
Zakir = Yang mengenang, yang berzikir
Zakur = Yang kuat ingatan
Zakwan = Yang cerdik, yang harum
Zainuddin = Perhiasan agama
Zainul Abidin = Perhiasan orang beribadat
Zainul Ariffin = Perhiasan orang arif
Zainun = Perhiasan
Zamil = Teman, kawan
Zamir = Suara hati
Zamri = Kecantikanku
Zaman = Nasib
Zamanat = Yang dijamin
Zamzam = Air zamzam
Zar’ah = Tanaman
Zarif = Periang, berjenaka
Zawawi = Himpunan kebaikan
Zawwar = Banyak ziarah
Zawir = Ketua, pemimpin
Zayan = Yang cantik
Zayani = Kecantikanku
Zayyad = Semakin bertambah
Zihni = Kefahamanku, kekuatan akalku
Zikri = Ingatanku, kenanganku
Zimam = Yang utama, pemimpin
Ziyad = Pertambahan, kelebihan
Zubaidi = Pilihanku yang terbaik
Zubari = Gagah perkasa, pintar
Zuhair = Yang tenang
Zuhairi = Yang berseri
Zuhdi = Zuhud
Zuhri = Kecantikanku
Zuhaily = Yang tenang
Zuhnun = Yang cerdik
Zulfadhli = Yang mempunyai kelebihan
Zulfaqar = Nama pedang nabi SAW
Zulfan = Taman
Zulhilmi = Yang sabar dan sopan
Zulhusni = Yg punya kebaikan dan kecantikan
Zuljalal = Mempunyai kebesaran
Zuljamal = Yang mempunyai kecantikan
Zulkarnain = Nama seorang raja
Zulkifli = Nama seorang nabi
Zulmajid = Mempunyai kemuliaan
Zunnur = Yang bercahaya
Zunnurain = Yang mempunyai dua cahaya



~NAMA-NAMA YANG DILARANG~

Contohnya:

Abkam = Tidak celik, buta
Abiqah = Hamba yang lari dari tuannya
Afinah = Yang bodoh
Asyar = Paling jahat
Asyirah = Yang tidak bersyukur atas nikmat
Amah = Hamba suruhan perempuan
Baghiah = Yang zalim, jahat
Bahimah = Binatang
Balidah = Yang bodoh, bebal
Bakiah = Yang menangis, merengek
Baqarah = Lembu Betina
Batilah = Yang batil, tidak benar
Dabbah = Binatang
Dahriyah = Yg percaya alam tjd dgn sendirinya
Dahisyah = Goncang, stress
Darakah = Kedudukan yang rendah
Daniyah = Yang lemah dan hina
Dami’ah = Yang mengalir air matanya
Fasidah = Yang rosak, yang binasa
Fasiqah = Yang jahat, si fasik
Fasyilah = Gagal, kalah
Fajirah = Yang jahat, yang berdosa
Faji’ah = Kecelakaan
Ghafilah = Yang lalai, yang leka
Ghailah = Kecelakaan, bencana
Ghaibah = Hilang
Ghasibah = Perampas, perompak
Ghamitah = Yang tidak mensyukuri nikmat
Ghawiah = Yang sesat, ikut hawa nafsu
Haqidah = Yang dengki
Hasidah = Yang hasad
Hazinah = Yang sedih
Huzn = Kesedihan
Khabithah = Yang jahat, yang keji
Khali’ah = Yang tiak segan, ikut hawa nafsu
Khati’ah = Yang bersalah, yang berdosa
Khasirah = Yang rugi
Khamrah = Arak
Jariah = Hamba suruhan perempuan
Jafiah = Yang tidak suka berkawan
Kaibah = Yang sedih
Kafirah = Yang kafir, yang ingkar
Kamidah = Yang hiba, yang sangat berduka
Kazibah = Pendusta, pembohong
Lahab = Bara api
Laghiah = sia-sia, tidak berfaedah
La’imah = Yang tercela
Lainah = Yang terkutuk
Lahifah = Yang sedih, menyesal dan dizalimi
Maridah = Yang menderhaka
Majinah = Yang bergurau tanpa rasa malu
Majusiah = Menyembah api atau matahari
munafikah = Yang munafik
Musibah = Celaka, bencana, kemalangan
Nariah = Api
Nasyizah = Yg durhaka & melawan suami
Najisah = Yang najis dan kotor
Qabihah = Yang buruk, hodoh
Qatilah = Pembunuh
Qasitah = Yg lampaui batas/ belok dr benar
Qazurah = Kejahatan, perzinaan
Rajimah = Yang direjam, yang dilaknat
Razi’ah = Kecelakaan, musibah
Razilah = Yang keji dan hina
Sakitah = Yang jatuh, yang hina, yang jahat
Safilah = Yang rendah dan hina
Sahiah = Yang pelupa
Sakirah = Pemabuk
Syafihah = Yang bodoh
Syaridah = Yang diusir
Syaqiyah = Yang menderita
Syarrul Bariyyah = Sejahat-jahat manusia
Syani’ah = Yang buruk
Syarisah = Yang buruk akhlak
Syatimah = Maki hamun
Syariqah = Pencuri
Talifah = Yang rosak, yang binasa
Tarbiyah = Yang papa kedana
Tarikah = Anak dara tua
Tafihah = Karut
Talihah = Yang tidak baik
Yaisah = Yang berputus asa
Yabisah = Kering, sedikit kebaikan
Wahinah = Penakut
Waqihah = Yang kurang sopan dan malu
Wasikhah = Yang kotor


semoga bermanfaat


wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...